JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah sukses dalam penayangan pertamanya berjudul ‘Sayap-Sayap Patah’ pada 2022, kini Deny Siregar Production kembali meluncurkan sekuel film ini dibioskop.
Disutradarai oleh Ferry Pei Irawan, film ini menhadirkan sosok aktor dan aktris terkenal, seperti Arya Saloka, Juan Bio One, Norman R. Akyuwen, hingga Dara Sarasvati.
Sayap-Sayap Patah 2 telah resmi ditayangkan sejak Kamis, 8 Mei 2025, film ini mengisahkan sosok ayah tunggal bernama Pandu, yang baru saja kehilangan istrinya dan harus berjuang demi kelangsungan hidup putrinya, Olivia.
Sebelumnya, film pertama Sayap-Sayap Patah berfokus pada aksi pengorbanan dan aksi tragedi pengeboman di Mako Brimob 2018. Sementara dalam sekuelnya akan menyajikan pendekatan yang lebih dalam.
Sayap-Sayap Patah 2: Olivia mengadaptasi dari kisah nyata, tragedi pengeboman gereja Samarinda pada 2016.
Untuk mengetahui fakta menarik berikutnya, simak penjelasan selanjutnya sebagai berikut.
Mengadaptasi dari Kisah Nyata
Sayap-Sayap Patah 2: Olivia diadaptasi dari tragedi pengeboman Gereja di Samarinda pada 2016. Pengeboman ini terjadi di jalan Cipto Mangunkusumo RT 03, Nomor 37, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Jalan Ilir, Samarinda.
Insiden tersebut memakan korban lima orang terluka, empat diantaranya mengalami luka bakar berat.
Nama Olivia Diambil dari Nama Korban
Nama karakter “Olivia” diambil dari nama salah satu korban pengeboman gereja yang masih balita. Balita tersebut masih berusia 2,5 tahun dan meninggal sehari setelah dirawat di Rumah Sakit dalam keadaan banyak luka bakar.
Menawarkan Cerita Penuh Emosional
Sekuel film ini akan berfokus pada kehidupan Pandu dan putrinya, Olivia. Ditengah kesibukannya dalam menjalankan tugas, Pandu berusaha untuk meluangkan waktu pribadinya untuk Olivia, terlebih lagi setelah kepergian istrinya.
Di sisi lain, Suri selaku guru Olivia mengerti akan kondisi dan memutuskan untuk menemani Olivia dalam kekosongan hatinya.
Semakin berjalannya waktu, hubungan Olivia, Pandu, dan Suri mulai berubah menjadi lebih hangat, menciptakan sebuah ikatan layaknya keluarga.
Situasi mulai berubah ketika Pandu harus kembali menjalani tugasnya, karena telah terjadi tragedi bom meledak di sebuah kafe.
Bom tersebut dicurigai berasal dari Leong yang mengancam akan balas dendam, sementara itu Pandu ditugaskan untuk menyelidiki kasus tersebut.
DINDA
Editor : Imron Arlado