Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dari Misionaris di Peru hingga Tahta Suci di Vatikan, Inilah Profil Lengkap Paus Leo XIV yang Terpilih Gantikan Paus Fransiskus

Imron Arlado • Sabtu, 10 Mei 2025 | 21:23 WIB
Dari Misionaris di Peru hingga Tahta Suci di Vatikan, Inilah Profil Lengkap Paus Leo XIV yang Terpilih Gantikan Paus Fransiskus.
Dari Misionaris di Peru hingga Tahta Suci di Vatikan, Inilah Profil Lengkap Paus Leo XIV yang Terpilih Gantikan Paus Fransiskus.

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Robert Francis Prevost resmi terpilih sebagai pemimpin baru Gereja Katolik dan kini dikenal sebagai Paus Leo XIV.

Ia menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat sekaligus anggota Ordo Augustinian pertama yang memegang tahta suci sejak abad ke – 15. Pemilihannya dilakukan dalam Konklaf pada awal Mei 2025, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April lalu.

Pemilihannya berlangsung dalam Konklaf pada 7–8 Mei 2025. Dari 135 kardinal yang memiliki hak suara, 133 hadir dan memberikan suara dalam empat putaran pemungutan.

Setelah empat putaran pemungutan suara, akhirnya pada 8 Mei pukul 18:07 waktu setempat, asap putih mengepul dari cerobong Kapel Sistina, mengakhiri masa sede vacante dan menandakan pemilihan Paus yang baru.

 

Baca Juga: Menelusuri Jejak Hidup Robert Francis Prevost dari Chicago hingga Terpilih sebagai Paus Leo XIV di Tahta Suci Vatikan

 

Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti kemudian muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk mengumumkan, "Habemus Papam," kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus.

Ia memperkenalkan Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik, yang disambut dengan sorak-sorai gembira dari ribuan umat.

Profil Paus Leo XIV

Robert Francis Prevost lahir di Chicago, Illinois, pada 14 September 1955, dari keluarga dengan latar belakang etnis Prancis, Italia, dan Spanyol.

Ia memulai perjalanan religiusnya ketika bergabung dengan Ordo Santo Agustinus pada tahun 1977 dan secara resmi ditahbiskan menjadi imam pada 1982, yang menjadi tonggak awal kiprahnya dalam pelayanan pastoral.

 

 

Dalam bidang akademik, Prevost menempuh studi teologi di Catholic Theological Union, Chicago, dan meraih gelar Master of Divinity.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Roma dan berhasil menyelesaikan program Lisensiat serta Doktor Hukum Kanonik di Universitas Kepausan Santo Tomas Aquinas. Bekal akademis ini menjadi pilar penting dalam perjalanan panjangnya menuju puncak hierarki Gereja Katolik.

Pengalaman misionernya dimulai pada 1985 di Peru, di mana ia terlibat dalam berbagai peran, mulai dari pastor paroki hingga pengajar di seminari, serta mengelola urusan administratif keuskupan.

Kualitas kepemimpinannya semakin terlihat ketika ia dipercaya sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinus, posisi yang diembannya selama 12 tahun sejak 2001 hingga 2013.

 

Baca Juga: Sederet Fakta Menarik tentang Paus Leo XIV, Pertama Kali Asal Amerika Serikat hingga Punya Dua Kewarganegaraan

 

Penunjukannya sebagai Uskup Chiclayo pada 2015 menandai babak baru dalam pelayanannya di tingkat keuskupan.

Delapan tahun kemudian, pada 2023, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan sekaligus Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin—dua posisi penting yang mengukuhkan peran strategisnya dalam arah kebijakan dan kepemimpinan Gereja Katolik global.

Alasan Memilih Nama Leo XIV

Paus Leo XIV memilih untuk melanjutkan tradisi nama “Leo”, yang telah digunakan oleh 13 Paus sebelumnya. Nama ini mengingatkan uta Katolik pada Paus Leo VIII, yang dikenal atas upayanya dalam memodernisasi pandangan Gereja terhadap isu sosial pada akhir abad ke – 19.

Pemilihan nama ini mencerminkan tekad Paus XIV untuk menghormati warisan sejarah Gereja sekaligus membuka pintu perubahan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan zaman.

Dengan nama Leo XIV, Paus baru ini berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara tradisi Gereja yang telah ada dan kebutuhan akan pembaruan untuk menjawab tantangan umat Katolik di era modern.

 

 

Arah Kepemimpinan Paus Leo XIV

Paus Leo XIV menegaskan dalam pidato pertamanya bahwa persatuan, perdamaian, dan perhatian terhadap mereka yang menderita adalah nilai-nilai inti yang akan ia perjuangkan dalam masa kepemimpinannya.

Sebagai seorang tokoh moderat, Paus Leo XIV dipandang mampu menjembatani perbedaan ideologis dalam Gereja, melanjutkan semangat reformasi pastoral yang sudah dimulai oleh Paus Fransiskus.

 

Baca Juga: Beredar Foto Mesra Gisel dengan Cinta Brian di Nikahan Luna Maya. Keduanya Diduga Punya Hubungan Spesial

 

Pengalaman luasnya di Amerika Latin dan kemampuannya berbahasa Inggris, Spanyol, Italia, Prancis, dan Portugis memperkuat posisinya sebagai pemimpin global yang inklusif.

Dengan latar belakang tersebut, Paus Leo XIV dipandang mampu membawa angin segar dalam kepemimpinan Gereja Katolik, memperkuat persatuan, dan menghadapi tantangan zaman dengan semangat pembaruan yang tetap menghormati tradisi.

Kepemimpinannya diharapkan dapat menjadi penghubung antara nilai-nilai lama dan kebutuhan akan transformasi yang terus berkembang. NESTYA

 

Editor : Imron Arlado
#Paus Leo XIV #Basilika Santo Petrus #Habemus Papam #uskup Chiclayo #amerika latin #paus fransiskus #kapel sistina #amerika serikat #pemimpin baru gereja katolik #anggota ordo agustinian #Robert Francis Prevost #asap putih #Paus Leo XIII