JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ketertiban dunia kembali diusik dengan beredarnya kabar konflik antar dua negara yang saling bertetangga, India dan Pakistan. Puncak konflik India Pakistan tersebut memanas pada Rabu (7/5) saat India secara terang-terangan mengancam Pakistan melalui serangan militer ke wilayah kekuasaan Pakistan, Khasmir.
Dari berbagai sumber Informasi yang diperoleh, Khasmir merupakan sebuah wilayah dengan luas mencapai 222.200 kilometer persegi yang terletak di barat laut Sub-benua India. Berada di antara perbatasan beberapa Negara, menjadikan Khasmir yang didominasi oleh pengunungan, lembah, serta dataran tinggi yang tandus tersebut sebagai objek perebutan antar India dan Pakistan.
Melalui pembagian Sub-benua India, diketahui secara jelas, bahwa wilayah Khasmir berbatasan langsung dengan beberapa Negara sekaligus. Sebut saja wilayah Khasmir di bagian timur yang berbatasan dengan Uygur Xinjiang dan Tibet, yang keduanya merupakan wilayah kekuasaan China.
Sementara Khasmir bagian selatan dan utara berbatasan dengan Himachal Pradesh dan Punjab, yang keduanya merupakan wilayah kekuasaan India. Selanjutnya di bagian Barat, Khasmir berbatasan dengan Pakistan serta Negara Afghanistan yang berbatasan dengan Khasmir bagian barat laut.
Sejalan dengan itu, konflik keduanya bagaikan tak ada habisnya. Gencatan senjata pada Rabu (7/5) kali ini membuktikan segalanya. Berawal dari India yang mengawali serangan dengan dalih penyerangan terhadap objek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh kelompok teroris di wilayah Pakistan, dalam hal ini setidaknya ada sekitar sembilan titik lokasi penyerangan.
Baca Juga: Jalani 100 Laga Bersama Barca, Lamine Yamal Dibandingkan dengan Sosok ini
Menanggapi serangan ke wilayahnya, Pakistan berhasil menangkis serangan rudal serta melakukan aksi penyerangan terhadap lima pesawat tempur India. Dalam hal ini, pihak Pakistan berujar bahwa serangan India yang digencatkan pada dini hari tersebut telah menewaskan beberapa warga Pakistan, sehingga menimbulkan upaya perlawanan terhadap India.
Serangan kali ini bermula saat India menerima serangan dari kelompok terorisme pakistan ‘The Resisteance Fron’ pada Selasa (22/4) yang lalu, penyerangan yang menewaskan sekitar 26 orang tersebut terjadi di Pahalgam, Jammu, serta Khasmir. Sebagai upaya pembelaan diri, pihak Pakistan mengaku tidak terlibat dalam aksi tersebut. Hal ini menjadikan hubungan keduanya semakin merenggang dan memanas.
Berbagai serangan non-militer turut dilakukan India sebagai salah satu strategi penyerangan kepada Pakistan. Berdasarkan berbagai sumber informasi, pada Rabu (23/4) India membatasi pasokan air bagi Pakistan melalui penangguhan “Indus Waters Treaty”, selain itu India juga membatasi akses penghubung jalur darat antar dua negara, serta melakukan upaya pengusiran warga Pakistan di India.
Baca Juga: Tumbangkan Arsenal dengan Skor 2-1, PSG Melaju ke Babak Final Liga Champions
Pakistan kini tak tinggal diam, sehari setelahnya yaitu pada Kamis (24/4) upaya pengusiran warga India yang ada di Pakistan juga dilakukan sebagai bentuk balasan atas berbagai serangan non-militer India. Pakistan juga berencana untuk menghapus segala perjajian kerjasama antar dua negara.
Sementara itu, jauh sebelum konflik pada Rabu (7/5) antara India dan Pakistan memuncak, keduanya telah berkonflik sejak tahun 1947 silam. Perebutan hak otonomi atas wilayah Khasmir disinyalir menjadi penyebab konflik antar keduanya pasca kemerdekaan India dan Pakistan di tahun tersebut. Meski sudah setahun berlalu, tepatnya di tahun 1948, konflik antar dua negara yang saling bertetangga tersebut tak kunjung menemui titik perdamaian bahkan berakhir dengan sebuah pertempuran.
Tahun demi tahun berganti, konflik antar keduanya sempat mereda. Namun hal tersebut justru menjadi bom waktu yang akhirnya meledak di tahun 1965.
Ketegangan perebutan wilayah masih berlanjut, pertikaian kecil antar penjaga perbatasan masing-masing negara menjadi awal mula terjadinya peperangan besar antar dua negara. Berlanjut di tahun 1974, pengujian senjata nuklir milik India ternyata memicu gencatan senjata balasan dari Pakistan hingga terjadi perang senjata nuklir.
Tak cukup dengan itu, lagi-lagi ketegangan antar dua negara kembali memanas. Dengan memanfaatkan gerakan perlawanan warga Khasmir di wilayah kekuasaan India di tahun 1989, Pakistan memicu perlawanan dan kekerasan yang melibatkan Agama dan Ras dari masing-masing negara hingga terjadi perang kangil beberapa dekade kemudian.
Berbagai gencatan senjata juga masih dilakukan dalam upaya perebutan wilayah kekuasaan Khasmir hingga tahun 2003, di mana dalam aksi tersebut kedua negara saling memicu konflik dan saling tuduh menuduh atas dasar serangan balasan.
Editor : Imron Arlado