JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Baeksang Arts Awards merupakan salah satu penghargaan bergengsi yang diselenggarakan di Korea Selatan sebagai penghargaan paling bergengsi dalam bidang drama televisi dan film.
Penghargaan ini rutin diadakan oleh penerbit Ilgan Sports, yakni IS PLUS Corp setiap setahun sekali sejak 1965 silam. IS PLUS Corp sendiri merupakan sebuah induk perusahaan pemilik sekaligus pengelola media Ilgan Sports.
Media Ilgan Sports mengelola surat kabar olahraga serta hiburan harian Korea Selatan, seperti Baeksang Arts Awards.
Pada tahun ini, Baeksang Arts Awards yang ke-61 diadakan di COEX, Samseong-dong, Seoul, Korea Selatan pada Senin, 5 Mei 2025. Dipimpin oleh Shin Dong Yup, Park Bo Gum, dan Suzy.
Acara ini diselenggarakan untuk memberi apresiasi terhadap industri hiburan Korea Selatan, seperti teater, film, hingga televisi. Disiarkan secara langsung secara digital di Naver TV, Prism, Chzzzik, hingga di JTBC, JTBC2, dan JTBC4.
Selain itu, juga terdapat deretan aktor hingga aktris yang berhasil menyabet penghargaan aktor/aktris terbaik dalam Baeksang Arts Awards 2025, seperti Ju Ji Hoon dan Kim Tae Ri.
Drama Korea populer “When Life Gives You Tangerines” sukses meraih penghargaan terbanyak di tahun ini. Salah satunya Skenario, Aktor, Aktris Pendukung Terbaik.
Sementara itu, Film bertajuk “Harbin” berhasil menjadi pemenang utama Film Terbaik dalam Baeksang Arts Awards 2025.
Berikut Sinopsis Film ‘Harbin’ peraih penghargaan Film Terbaik tahun ini.
Sinopsis Harbin
Film Harbin mengambil latar sejarah Korea Selatan di masa penjajahan Jepang pada 1909. Bergenre biografi, sejarah, dan aksi yang tayang pada Minggu, 8 September 2024.
Pada masa itu, Korea masih berada di bawah kekuasaan Jepang usai Perjanjian Eulsa 1905. Perjanjian tersebut menghapus hak diplomatik Korea yang memicu penindasan yang dilakukan oleh Jepang.
Kisahnya berfokus pada seorang Letnan Jenderal Kekaisaran Korea, Ahn Jung Geun, dalam melawan penindasan Jepang. Dalam perjuangannya, ia bersiasat untuk menghabisi Ito Hirobumi, Residen Jenderal Jepang yang menjadi tokoh utama penjajahan.
Dalam upayanya ia tidak sendirian, melainkan dengan sebuah kelompok kecil bernama Righteous Army dalam melakukan perlawanan Jepang.
Bersama-sama, mereka berjuang melawan penindasan yang dilakukan Jepang dalam pertempuran yang dilakukan di Gunung Sina, perbatasan Korea bagian Utara.
Namun, usahanya ini tentu tidak luput dari perhatian tentara Jepang yang mulai menyadari pergerakan Ahn Jung beserta rekannya yang menjadikan mereka sebagai buronan pasukan keamanan Jepang.
Film ini tak hanya memiliki visual dan aksi yang menegangkan, tetapi juga menghadirkan pengorbanan serta dilema moral yang dihadapi dalam perjuangan untuk kembali merebut kemerdekaan Korea.
Tak heran jika film ini berhasil terpilih menjadi film terbaik dalam festival penghargaan Baeksang Arts Awards 2025. DINDA
Editor : Imron Arlado