Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hindari Jadi People Pleaser, Ketahui Penyebab, Dampak, dan Cara Berhentinya!

Adelia Kharisma Putri • Senin, 5 Mei 2025 | 01:33 WIB

Hindari Jadi People Pleaser, Ketahui Penyebab, Dampak, dan Cara Berhentinya!
Hindari Jadi People Pleaser, Ketahui Penyebab, Dampak, dan Cara Berhentinya!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – People pleaser adalah sebutan untuk orang yang selalu mengutamakan untuk menyenangkan orang lain dibandingkan dirinya.

Orang dengan tipe seperti ini cenderung lebih sulit untuk mengatakan tidak jika dimintai tolong oleh orang lain yang tidak sesuai dengan kemampuannya. Alasannya hanya karena tidak ingin membuat orang lain kecewa.

Bagi para wanita, sifat ini juga bisa disebut dengan good girl syndrome. Mengapa disebut demikian? Karena pada dasarnya Wanita cenderung ingin terlihat baik hingga harus mengorbankan segalanya hanya sekedar tidak ingin membuat teman atau orang lain kecewa terhadapnya.

Istilah people pleaser bukanlah sebuah diagnosis medis maupun tipe kepribadian yang diukur secara formal oleh psikolog. Ini hanyalah sebutan tidak resmi yang digunakan untuk menggambarkan perilaku tertentu, seperti bersedia melakukan tugas orang lain demi membuat mereka senang, atau berbicara manis agar disukai.

Perilaku ini berbeda dari sifat murah hati atau kebaikan hati. Seseorang yang baik akan membantu orang lain, tetapi tetap memperhatikan dan menjaga keseimbangan dengan kebutuhan pribadinya.

Sementara itu, seorang people pleaser umumnya merasa sulit untuk menolak permintaan, bahkan ketika hal tersebut berdampak negatif pada dirinya sendiri.

Namun kita bisa tahu faktor apa saja yang menjadi penyebab seseorang menjadi people pleaser.

 

Baca Juga: Kopi vs Teh, Manakah yang Punya Kadar Kafein Lebih Tinggi? Cari Tau Alasannya Berikut Ini!

 

Penyebab seseorang menjadi people pleaser

1. Merasa harga dirinya rendah

Seseorang dengan harga diri rendah cenderung menganggap kebutuhannya tidak penting. Mereka mungkin merasa kehilangan arah dan tujuan jika tidak terus-menerus berusaha menyenangkan orang lain.

 

2. Memiliki rasa cemas yang tinggi

Sebagian people pleaser terus berusaha menyenangkan orang lain karena dilandasi oleh tingkat kecemasan yang tinggi. Mereka mungkin merasa takut untuk menolak permintaan atau khawatir jika tindakannya bisa menyinggung perasaan orang lain.

Misalnya, seseorang yang mengalami kecemasan berlebihan mungkin merasa harus selalu memenuhi keinginan temannya agar tetap disukai. Ketika ia mencoba untuk berkata "tidak", rasa bersalah pun muncul dan membebani pikirannya.

 

3. Menghindari konflik

Orang yang memiliki ketakutan terhadap konflik cenderung memilih menghindarinya daripada berusaha menyelesaikannya secara langsung. Salah satu cara yang sering digunakan untuk menghindari konflik adalah dengan berusaha terus menyenangkan orang lain.

Mereka bahkan rela mengalah dan mengikuti keinginan orang lain demi menjaga kedamaian. Sikap ini dianggap sebagai upaya untuk mencegah terjadinya pertentangan atau perselisihan.

 

4. Budaya dan sosialisasi

Faktor yang membuat seseorang menjadi people pleaser tidak hanya berasal dari dalam diri, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti budaya keluarga, lingkungan komunitas, atau bahkan norma sosial di tingkat negara.

Budaya memiliki peran besar dalam membentuk cara seseorang memandang dirinya sendiri dan orang lain, termasuk bagaimana mereka merasa harus bersikap dalam hubungan sosial.

 

5. Gangguan kepribadian

Menjadi people pleaser juga bisa berkaitan dengan kondisi gangguan kepribadian, khususnya gangguan kesehatan mental jangka panjang.

Jika kecenderungan sifat ini terus-menerus dilakukan lama-kelamaan akan berdampak tidak baik bagi diri sendiri yang berujung pada Kesehatan mental yang terganggu.

Dampak dari menjadi people pleaser

 

Baca Juga: Selain Membuat Rileks, Spearmint Tea Bisa Jadi Cara Efektif Menghilangkan Jerawat

 

Berdasarkan dampak-dampak tersebut, seringkali people pleaser menjadi sasaran pertama untuk diberi tugas karena mereka mudah menerima. Meskipun tidak semua orang berniat memanfaatkan, mereka bisa merasa dieksploitasi dan terbebani dengan pengorbanan yang terlalu banyak.

Jika berada di sekitar orang yang manipulatif, people pleaser berisiko menjadi korban penipuan dan pelecehan. Pola hidup yang menguras tenaga dan menekan perasaan juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan fisik dan mental.

Untuk menghindari menjadi korban atau dimanfaatkan orang lain berikut adalah cara berhenti untuk tidak menjadi people pleaser

 

Cara berhenti menjadi people pleaser

1. Berani bersikap tegas baik kepada diri sendiri dan orang lain

Mulailah untuk bersikap asertif, yaitu tegas terhadap dirimu sendiri dan orang lain. Jika diminta bantuan yang melebihi kapasitas atau merugikan, tolaklah dengan sopan dan jelaskan alasan mengapa kamu tidak bisa melakukannya.

2. Berpikir dahulu sebelum membantu orang lain

Kamu sebaiknya berpikir dulu sebelum membantu orang lain. Perhatikan apakah permintaan bantuan tersebut termasuk memanfaatkan dirimu atau tidak.

 

Baca Juga: Anda Bosan dengan Menu Sarapan yang Itu-Itu Saja? Cobain Daftar Superfood yang Cocok Untuk Pagi Hari

3. Jangan sering meminta maaf

Minta maaflah hanya ketika kamu memang bersalah. Jangan mudah mengucapkan kata maaf jika kesalahan itu bukan milikmu.

Meminta maaf untuk kesalahan orang lain bukan berarti melindunginya, malah justru membebaskannya dari tanggung jawab.

 

4. Prioritaskan kebahagiaan diri sendiri

Lebih peduli kepada diri sendiri dan jangan menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. Kebahagiaanmu hanya bisa kamu cari sendiri tanpa harus mencari kebahagiaan di orang lain.

 

Editor : Imron Arlado
#ciri people pleaser #dampak people pleaser #rendah diri #cara berhenti jadi people pleaser #penyebab people pleaser #people pleaser #kesehatan mental