Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Makin Nekat! Kecurangan UTBK 2025 Mulai dari Kamera di Behel hingga Soal Dikerjakan Jarak Jauh

Imron Arlado • Rabu, 30 April 2025 | 04:58 WIB
Makin Nekat! Serba-Serbi Kecurangan UTBK 2025 Mulai dari Kamera di Behel, Hingga Soal Dikerjakan Jarak Jauh
Makin Nekat! Serba-Serbi Kecurangan UTBK 2025 Mulai dari Kamera di Behel, Hingga Soal Dikerjakan Jarak Jauh

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebanyak 50 peserta kedapatan melakukan kecurangan selama sesi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau UTBK-SNBT 2025.

 

Setiap tahun, praktik curang terus terjadi dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Metode yang digunakan pun kian berkembang menggunakan teknologi canggih.

Banyak kasus ditemukan mulai dari kamera tersembunyi di kawat gigi hingga pengerjaan soal dari jarak jauh, semuanya dilakukan untuk mengelabui sistem pengawasan.

 

 

Hingga kini, tim pelaksana Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengungkap adanya indikasi kecurangan di sekitar 13 lokasi pusat UTBK. Dari temuan tersebut, sekitar 50 peserta terlibat, disertai penangkapan terhadap 10 orang yang berperan sebagai joki, bahkan teridentifikasi adanya jaringan antarprovinsi.

Sementara itu, diketahui Fakultas Kedokteran menjadi jurusan yang paling banyak diminati oleh peserta yang terlibat dalam praktik kecurangan.

 

“Mayoritas pilihan prodi adalah Fakultas Kedokteran," ujar Eduart Wolok, Ketua Umum Panitia SNPMB, di Gedung D Kemendiktisaintek pada Selasa, 29 April 2025.

Beberapa peserta diketahui membayar sejumlah uang kepada joki agar dapat membantu mereka dalam ujian. Uang tersebut diberikan di awal sebagai biaya operasional.

 

Eduart mengungkapkan jika peserta dinyatakan lolos seleksi, maka pembayaran tambahan akan diberikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Namun, apabila tidak berhasil lolos, uang yang telah dibayarkan di awal dianggap hangus.

 

Ia juga menambahkan bahwa praktik kecurangan ini melibatkan jaringan joki yang tersebar di berbagai provinsi.

Selain itu, ditemukan pula keterlibatan oknum dari dalam lokasi Pusat UTBK. Oknum ini diduga berperan dalam mengatur sistem komputer, termasuk mengalihkan koneksi perangkat milik peserta agar soal-soal ujian bisa dikerjakan dari luar.

 

Beberapa kasus bahkan menunjukkan bahwa pengerjaan soal dilakukan dari tempat yang masih satu wilayah dengan peserta, seperti satu provinsi, bahkan ada yang dikerjakan dari kamar hotel.

 

 

Lebih lanjut, tak hanya didiskualifikasi, peserta yang terbukti melakukan kecurangan akan dikenai sanksi lanjutan.

Menurut Eduart, identitas mereka akan disebarkan ke seluruh perguruan tinggi negeri. Langkah ini diambil agar pihak kampus dapat mendeteksi dan mencegah jika peserta curang tersebut mendaftar kembali di tahun berikutnya.FITRI

Editor : Imron Arlado
#Kemendiktisaintek #ujian tulis berbasis komputer (UTBK) #praktik curang #lolos seleksi #fakultas kedokteran #biaya operasional #Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) #Jaringan antar Provinsi #Seleksi Nasional Berdasarkan Tes SNBT