Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pencairan Dana Bosda Kota Mojokerto Molor, Sekolah Belum Terima Jatah Triwulan Pertama

Rizal Amrulloh • Rabu, 30 April 2025 | 00:30 WIB

CAIR: Sejumlah siswa SDN Pulorejo 2 mendengarkan arahan guru saat pembelajaran di luar kelas. Tahun ini, ada ratusan siswa SD kota yang diwajibkan aktivasi rekening sebelum menerima dana PIP.
CAIR: Sejumlah siswa SDN Pulorejo 2 mendengarkan arahan guru saat pembelajaran di luar kelas. Tahun ini, ada ratusan siswa SD kota yang diwajibkan aktivasi rekening sebelum menerima dana PIP.
KOTA - Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Kota Mojokerto molor. Hingga pengujung April ini, jatah untuk triwulan pertama tahun 2025 belum diterima oleh lembaga pendidikan.

Salah satu pendidik jenjang sekolah dasar (SD) mengungkapkan, hingga saat ini lembaganya belum menerima pencairan dana Bosda.

Padahal, bantuan dana tersebut harusnya disalurkan per triwulan. ’’Masih belum cair,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Pihaknya melanjutkan, sekolah berharap agar bantuan dana bisa segera dicairkan untuk mendukung kebutuhan biaya operasional di satuan pendidikan.

Di jenjang SD, dana BOS daerah diplot sebesar Rp 75 ribu per siswa per bulan. ’’Infonya sudah diproses pencairan, tetapi kurang tahu kenapa kok belum. Semoga tersalurkan di April ini,’’ timpalnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Ruby Hartoyo menyatakan, dana Bosda hingga saat ini memang belum tersalurkan.

Itu dikarenakan, saat ini masih dalam proses pendataan dari seluruh lembaga pendidikan.

’’Untuk pencairan secara keseluruhan belum, karena masih menghimpun dari sekolah-sekolah swasta untuk pengajuan pencairannya,’’ tandasnya.

Akibatnya, pencairan dana Bosda untuk triwulan pertama 2025 menjadi tertunda.

Terlebih, pada pencairan tahap pertama membutuhkan data siswa di masing-masing sekolah sebagai acuan pencairan untuk satu tahun ke depan.

’’Triwulan pertama ini harus verifikasi data sehingga agak membutuhkan waktu. Jadi setelah lengkap, baru pencairan,’’ ulas Ruby.

Utamanya pada jenjang sekolah dasar. Karena pencairan tidak dilakukan oleh lembaga sekolah. Melainkan diajukan melalui dikbud dan akan disalurkan secara serentak.

’’Kecuali SMP negeri. Karena KPA (kuasa pengguna anggaran), sehingga tinggal mengajukan pencairan saja,’’ ulasnya.

Tahun ini, Bosda Kota Mojokerto untuk jenjang SD dialokasikan sebesar Rp 12 miliar dari APBD. Masing-masing menyasar 44 SD negeri, 9 SD swasta, termasuk 9 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Sedangkan untuk jenjang SMP dianggarkan sekitar Rp 9 miliar. Bantuan dana ini diperuntukkan 9 SMP negeri, 9 SMP swasta, dan 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Besaran yang diterima masing-masing lembaga bervariasi tergantung jumlah siswa yang dijatah Rp 92 ribu per anak per bulan. (ram/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #daerah #bos #molor #mojokerto