JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Paus Fransiskus dimakamkan pada tanggal 26 April 2025 dengan dihadiri sejumlah pemimpin atau utusan pemimpin dari berbagai negara di dunia. Pemakaman yang digelar di Alun-alun Santos Petrus, Vatikan ini menarik ratusan ribu orang.
Beberapa pemimpin negara tercatat hadir dalam prosesi tersebut, diantaranya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan istrinya, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz
Sedangkan Indonesia dihadiri oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan 3 utusan khusus lain sebagai perwakilan dari Presiden Prabowo. Namun diantara banyaknya pemimpin negara yang hadir, sedikitnya 3 negara ini tak tampak hadir di pemakaman Paus Fransiskus.
Tentunya hal ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat, pasalnya Paus Fransiskus merupakan tokoh besar dunia yang terkenal dengan semangat toleransinya terhadap agama lain. Negara-negara yang tidak hadir diantaranya Israel, China dan Peru.
3 Negara yang Tak Menghadiri Pemakaman Paus Fransiskus
- Israel
Israel menjadi salah satu negara yang tak mengirim utusan untuk hadir di pemakaman Paus Fransiskus. Kemungkinan besar alasan Negara Yahudi ini berdasarkan kekecewaan mereka terhadap Paus yang berulang kali menyatakan dukungan terhadap Palestina.
Selama hidupnya, Paus Fransiskus secara terang-terangan mendukung Palestina dengan mengutuk perang di Gaza dan kritik publiknya kepada pemerintah Israel. Hal ini yang diperkirakan menjadi alasan kuat, Israel tak mengirim utusannya.
Meski begitu, keputusan ini tentunya membuat Gereja Katolik di Yerusalem dan komunitas katolik Israel kecewa dengan tindakan tersebut. Keputusan tersebut dianggap kurang menghormati orang yang beragama katolik di Israel.
- China
Sampai prosesi pemakaman Paus Fransiskus berlangsung, China masih belum mengkonfirmasi tanda-tanda kehadirannya. Berdasarkan keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jia Kun menyampaikan “Tidak ada informasi yang dibagikan saat ini.”
Hal ini dikarenakan, Vatikan memang belum memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China sejak 1951. Ketika pemerintah komunis memutuskan hubungan dan mengusir nunsius kepausan.
Keputusan China ini, menggarisbawahi sensitivitas hubungan pemerintah China dengan Tahta Suci. Walau begitu, Paus Fransiskus berulang kali menyatakan keinginan untuk melakukan perjalanan dan menjalin persahabatan dengan China.
- Peru
Dina Boluarte yang merupakan Presiden Peru tak menghadiri pemakaman Paus Fransiskus dikarenakan permintaan untuk ke Vatikan ditolak oleh Kongres Peru. Dalam pemungutan suara yang dilakukan, hasil menunjukkan 45 kongres menolak, sementara 40 setuju dan satu abstain.
Keputusan penolakan kongres terhadap perjalanan Presiden Peru menuju Vatikan ini, menunjukkan adanya ketidaksepakatan antara eksekutif dan legislatif mengenai keputusan prioritas diplomatik negara.
Namun, meskipun Presiden Boluarte tidak menghadiri prosesi pemakaman, Peru tetap mengirimkan delegasi resmi yang mewakili negara untuk menunjukkan komitmen menghormati Paus Fransiskus. IZZAH
Editor : Imron Arlado