BANGSAL - Median jalan atau separator di depan Sekolah Polisi Negara (SPN) Mojokerto, Jalan Raya Bangsal, kembali memakan korban.
Jumat (25/4) pagi, giliran truk bermuatan tanah kaolin yang terkena apes lantaran terguling usai menghantam beton pembatas jalan.
Kecelakaan tunggal sekitar pukul 05.00 itu menimpa truk bernopol S 9330 UN yang disopiri Sugianto warga Ngoro, Jombang.
Saat melaju dari arah barat sekira pukul 04.00, truk menabrak ujung separator. "Mengantuk juga tidak, di sini kan memang rawan," kata Sugianto.
Akibatnya truk terguling hingga menutup badan jalan.
Muatan bahan kaolin yang hendak diantar ke PT Arwana Citramulia, Kutorejo, dari Trenggalek tumpah ruah.
Kejadian ini sempat memicu kemacetan panjang di jalan nasional tersebut.
Sopir truk mengaku sudah melihat adanya beton pembatas di tengah jalan sejak kejauhan.
Karena itu, dia tak melaju kencang. Kecepatannya hanya sekitar 30 kilometer per jam.
Namun, penerangan jalan dan rambu-rambu di lokasi dirasanya masih kurang. Kondisi itu membuatnya kaget.
"Harus dikasih rambu-rambu, lampunya juga kurang," imbuhnya.
Kejadian ini tak menyebabkan Sugianto mengalami luka. Petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk mengurai kemacetan.
Sedangkan proses evakuasi truk masih berlangsung sampai siang ini.
Tak sekali ini separator di depan SPN Polda Jatim Mojokerto itu memicu kecelakaan.
Baru saja 15 April lalu truk ekspedisi terguling sekitar pukul 05.00 setelah menabrak median jalan dari arah barat.
Sebelumnya, pada 4 Februari lalu, truk box muatan air mineral juga tersungkur.
Sebelum menabrak median, truk sempat menghindari pemotor yang belok mendadak.
Pada 21 Januari, truk gandeng muatan tepung jagung sudah lebih dulu menjadi korban setelah terguling menabrak separator.
Sepanjang 2024, sejumlah kendaraan juga mengalami celaka di lokasi tersebut. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah