JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Lagi dan lagi, dunia industri perfilman kembali menghadirkan film bernuansa horor yang diadaptasi dari sebuah game.
Disutradarai oleh David F. Sandberg, film ini terinspirasi dari game horor populer 2015, dengan judul sama yang dikembangkan oleh Supermassive Games. Produksi game tersebut dilakukan oleh PlayStation Productions dan Screen Gems.
Keseruan yang dimiliki oleh game ini berhasil mencuri perhatian para industri film untuk menjadikannya sebagai sinema layar lebar yang tentu akan menarik banyak peminat.
Nuansa horor klasik yang digabung dengan sentuhan modern dan naskah yang cukup berbeda dengan game aslinya, akan menghadirkan pengalaman yang berbeda dibanding film adaptasi game lainnya.
David F. Sandberg selaku sutradara mengungkapkan bahwa ia tidak akan mencoba menciptakan kembali game tersebut. Baginya, mencoba untuk memadatkan durasi dari game Until Dawn yang mencapai lebih dari 10 jam menjadi 2 jam akan menjadi pengalaman yang lebih menantang dan menakutkan.
Sementara itu, naskahnya sendiri ditulis oleh Gari Dauberman dan Blair Butler. Film ini menghadirkan nuansa horor dengan mengambil latar Budapest, Hongaria yang akan mempertegas isolasi, nuansa sunyi yang eksotis.
Seperti apakah kisah dari film adaptasi game horor satu ini? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.
Sinopsis Film Until Dawn
Until Dawn mengisahkan petualangan seorang pemuda, yakni Melaine dan Clover yang terjebak dalam suatu penginapan dan harus bertahan hidup melalui malam yang tak pernah usai.
Cerita bermula saat Clover dan temannya tengah mencari keberadaan saudara perempuannya bernama Melanie, yang telah menghilang secara misterius di waktu yang cukup lama.
Clover beserta rekannya memutuskan untuk pergi ke lembah terpencil Pennsylvania. Sesampainya di sana, mereka sempat mengunjungi pusat pengunjung yang telah terbengkalai.
Nahas, bukannya menemukan sang kakak, mereka justru dibuntuti oleh sosok misterius bertopeng yang merupakan seorang pembunuh dan kerap menghabisi sekelompok rombongan satu persatu.
Klimaks mulai terjadi ketika mereka bangun kembali dan menjalani teror malam yang lebih mencekam. Bagaikan mimpi buruk, mereka kembali di malam yang sama dan mulai menyadrai bahwa dirinya tengah terjebak dalam lingkaran waktu yang terus berulang.
Ditengah rencana untuk mencari jalan keluar dari mimpi yang tak berujung, setiap ancaman pembunuh yang berbeda, masing-masing dari mereka jauh lebih menakutkan karena menggunakan metode kematian yang lebih sadis.
Saat para karakter mulai hilang harapan, akhirnya mereka menyadari bahwa sisa kematian semakin menipis dan satu-satunya cara untuk keluar dari jebakan tersebut hanya bertahan menunggu hingga fajar tiba (until dawn).
Film ini sendiri telah tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu, 23 April 2025.
(DINDA)
Editor : Imron Arlado