Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ini Pesan Terakhir Paus Fransiskus sebelum Meninggal Dunia

Imron Arlado • Selasa, 22 April 2025 | 02:03 WIB
Dunia Berduka, Inilah Pesan Terakhir Pemimpin Spiritual Umat Katolik Paus Fransiskus
Dunia Berduka, Inilah Pesan Terakhir Pemimpin Spiritual Umat Katolik Paus Fransiskus

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dunia berduka. Paus Fransiskus, pemimpin spiritual lebih dari satu miliar umat katolik di seluruh dunia, meninggal dunia di usia 88 tahun pada senin pagi pada waktu Vatikan. Kabar duka ini disampaikan secara resmi di balkon Camerlengo Gereja Katolik Roma, dari kediaman resmi tahta suci di Vatikan.

Paus Fransiskus, yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pneumonia ganda. Selama lima pekan terakhir, kondisi beliau terus memburuk, meski sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Meninggalnya sosok Paus Fransiskus bukan sekadar kepergian seorang pemuka agama, tetapi juga sosok yang panutan moral dan suara damai dalam dunia yang terus dilanda konflik.

Beliau dikenal dengan sikapnya yang rendah hati, terbuka terhadap dialog lintas agama, serta konsisten memperjuangkan isu-isu kemanusiaan seperti pengungsi, perubahan iklim, dan keadilan sosial.

 

 

Pesan terakhir yang disampaikan Paus Fransiskus

Menjelang kepergiannya, Paus Fransiskus sempat menyampaikan pesan paskah yang kini dikenang sebagai wasiat moralnya bagi dunia.

Dalam pidatonya yang penuh keteguhan hati, beliau menyerukan agar perang di Gaza segera dihentikan dan semua sandera dibebaskan.

“saya menyatakan kedekatan saya dengan Penderitaan seluruh rakyat Israel dan rakyat Palestina,” pesan Paus. Paus meminta kelompok militan Palestina hamas agar membebaskan sandera yang tersisa dan mengutuk apa yang disebutkan sebagai tren antisemitisme yang mengkhawatirkan di dunia.

 

“saya menghimbau pihak-pihak yang bertikai menyerukan gencatan senjata, membebaskan para sandera dan membantu orang-orang yang kelaparan yang mendambakan masa depan yang damai,” terangnya.

 

Paus Fransiskus dilantik sebagai Paus pada Maret 2013, menjadi Paus pertama dari Amerika Latin dan anggota Ordo Jesuit pertama yang menduduki tahta suci.

Selama 12 tahun masa kepemimpinannya, beliau mencetak sejarah melalui banyak langkah progresif, termasuk mendekatkan Gereja Katolik kepada kaum marjinal, membuka ruang dialog dengan agama-agama lain, dan memodernisasi banyak tradisi Vatikan.

 

Beliau juga dikenal dengan hidupnya yang sederhana, menolak tinggal tinggal di Istana Apostolik. Memilih apartemen kecil di Domus Sanctae Marthae, dan lebih suka bepergian dengan mobil biasa ketimbang dengan mobil mewah.

Meski raganya telah tiada namun pesan dan teladannya akan terus hidup. Dunia akan selalu mengenang Paus Fransiskus sebagai gembala yang berjalan bersama umatnya, sebagai suara mereka yang dibungkam, dan sebagai cahaya bagi mereka yang gelap oleh kebencian. BILLA

 

Editor : Imron Arlado
#perawatan intensif #pemuka agama #gereja katolik roma #Pesan Paskah #umat katolik #paus fransiskus #Perang di gaza #Tahta Suci #meninggal dunia