Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Nur Rokhmad Ketua PD DMI Kabupaten Mojokerto Jadikan Tempat Ibadah yang Ramah

Imron Arlado • Minggu, 20 April 2025 | 22:18 WIB

 

 

Nur Rokhmad  Ketua PD DMI Kabupaten Mojokerto Jadikan Tempat Ibadah yang Ramah
Nur Rokhmad Ketua PD DMI Kabupaten Mojokerto Jadikan Tempat Ibadah yang Ramah

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Masjid tidak sekadar sebagai tempat ibadah bagi umat muslim. Tapi, juga bisa menjadi pusat kegiatan sosial, ekonomi, dan pendidikan demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Pedoman ini yang terus digelorakan Nur Rokhmad sejak awal ditunjuk sebagai ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Mojokerto yang akan berakhir di pengujung tahun ini.

 

Meski disibukkan dengan seabrek aktivitasnya sebagai pelayan calon jemaah haji (CJH) di kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, pria 58 tahun ini juga tak segan untuk berkeliling dari satu masjid ke masjid lain setiap minggunya. Tujuannya, tak lain adalah untuk memastikan pelayanan dan pengelolaan masjid berjalan sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku.

 

Selain itu, warga Desa/Kecamatan Pacet, ini juga terus mengaktifkan kepengurusan takmir masjid melalui perwakilan DMI di setiap kecamatan. Tujuannya, hanya satu, yakni untuk memakmurkan masjid sebagai rumah ibadah yang ramah.

 

 

 

 

’’Jadi fungsi masjid tidak hanya untuk tempat ibadah wajib saja, tetapi juga untuk ibadah lainnya. Termasuk menjadi tempat kegiatan demi kemaslahatan umat atau masyarakat,’’ ujarnya. Salah satu langkah konkret yang dia tunjukkan selama menjabat ketua PD DMI adalah menerbitkan buku panduan dan materi khotbah, baik untuk salat Jumat, Idul Fitri atau Idul Adha.

 

 

Termasuk panduan dalam pengelolaan infak dan sedekah, hingga kebersihan masjid. Sehingga pengelolaan masjid berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran. ’’Setiap bidang pengelolaan ada panduannya. Jadi tidak asal demi menjaga kesucian masjid,’’ tandasnya.

 

Untuk mengefektifkan pelayanan kepada umat, DMI menggelar pertemuan pengurus takmir setiap bulan dengan membagi menjadi empat kawedanan. Yakni, Mojokerto, Mojosari, Mojokasri, dan Jabung.

 

Bahkan, selama Ramadan kemarin DMI juga mengadakan temu akbar 1.200 pengurus takmir masjid se-Kabupaten Mojokerto. ’’Pertemuan ini dapat menyatukan elemen masyarakat melalui program-program yang inklusif,’’ imbuhnya.

 

 

 

Selain itu, DMI juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Mojokerto dan organisasi masyarakat lain dengan menggagas safari Jumat sehat berkah yang digelar sebulan sekali di hari Jumat.

 

Tidak sekadar salat Jumat bersama, jemaah juga disuguhi dengan menu Jumat berkah dan pemeriksaan kesehatan gratis. Dengan program tersebut, diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi berbagai elemen masyarakat demi memperkuat kebersamaan umat. ’’Dengan dimakmurkan masjid, akan menjadi ruang inklusif yang mampu membangun keimanan dan keilmuan umat,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

 

 

Editor : Imron Arlado
#kemenag kabupaten mojokerto #kabupaten mojokerto #salat jumat #kerja sama #kegiatan sosial #Pemkab Mojokerto #adil dan makmur #organisasi masyarakat #Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia #kebersihan masjid #rumah ibadah #pengelolaan masjid #kecamatan pacet #jumat berkah #calon jemaah haji (CJH) #selama ramadan