JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film Cinta Tak Seindah Drama Korea kini telah tayang di netflix sejak tanggal 11 April 2025 dan mampu menduduki posisi trending nomor 3.
Film ini dimainkan oleh sederet artis ternama yang sudah dikenal oleh luas oleh para warga Indonesia. Diantaranya, Lutesha berperan sebagai Dhea, Ganindra Bimo berperan sebagai Bimo, juga Jerome Kurnia yang berperan sebagai Julian, dan masih banyak lagi.
Film ini menceritakan tentang Dhea yang dilema akan hubungan asmaranya dengan Bimo dan Julian. Bimo diceritakan sebagai sosok yang pengertian serta Julian yang hadir dengan membawa cerita lama dari kisahnya dengan Dhea.
Cerita ini berawal dari Dhea yang mendapat kejutan dari Bimo, sang kekasih untuk berlibur ke Korea Selatan. Namun, di momen liburan tersebut Dhea bertemu dengan mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya, Julian.
Film ini tidak hanya sekedar menghadirkan kisah romansa tetapi juga tentang pilihan hidup dan harapan ditengah rumitnya emosi.
Dari film ini, kita mengetahui bahwa kisah cinta sesungguhnya tidak seindah seperti yang ditayangkan di drama Korea.
Kisah cinta segitiga dalam drama ini memiliki momen-momen yang mudah dipahami oleh penonton, juga menyuguhkan perdebatan batin Dhea untuk memilih antara Bimo dan Julian.
Kehadiran dua sahabat Dhea yakni Kinan dan Tara juga memperkaya alur cerita ini dan mampu menarik perhatian dalam film ini.
Akting dari ketiga aktor tersebut mampu menghadirkan chemistry yang kuat di film Cinta Tak Seindah Drama Korea.
Salah satu yang menarik perhatian dari film ini adalah lokasi syuting yang berada di Jakarta dan Seoul, Korea Selatan.
Setiap latar di film ini ditata dengan baik sehingga menghadirkan visual yang khas. Adegan yang diambil di Seoul, dengan latar tempat yang sudah dikenal banyak orang seperti Namsan Tower dan Sungai Han, dapat menghasilkan suasana romantis yang khas bagi penggemar drama Korea.
Baca Juga: Fakta Tentang Uta Anak dari Shanks yang Muncul di Cerita One Piece
Selain itu, penggunaan warna cerah saat pengambilan gambar, juga menambah kesan estetika dari visual di film ini.
Gaya visual yang memiliki sentuhan drama Korea menjadi penarik perhatian dari film ini. Penonton juga diajak menikmati perbedaan dari dua buaya dan keindahan kota antara Korea dan Jakarta yang akan membuat suasana di film ini menjadi unik dan memukau.
Film ini memiliki alur sekitar 118 menit berusaha menyajikan berbagai konflik juga emosi yang mendalam di setiap ceritanya.
Walaupun terdapat beberapa subplot yang tidak dikembangkan secara jelas karena keterbatasan waktu, namun film ini mampu mempertahankan perhatian penonton melalui transisi antar adegan karena terkelola dengan baik.
Puncak dari cerita ini hadir di bagian akhir yang berhasil menyentuh emosi para penonton. Kesimpulan dari film ini cukup memuaskan juga mampu membuat emosional.
Dengan alur yang padat, penonton dibuat tidak hanya menunggu nasib akhir Dhea, tetapi juga ikut merenungkan perjalanan emosional yang dijalaninya.AINI
Editor : Imron Arlado