Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dugaan Penyiksaan yang Diterima Mantan Pemain Sirkus di Oriental Circus Indonesia, Ternyata Sudah Berlangsung Sejak Tahun 1970-an

Imron Arlado • Jumat, 18 April 2025 | 04:46 WIB
Dugaan Penyiksaan yang Diterima Mantan Pemain Sirkus di Oriental Circus Indonesia, Ternyata Sudah Berlangsung Sejak Tahun 1970-an
Dugaan Penyiksaan yang Diterima Mantan Pemain Sirkus di Oriental Circus Indonesia, Ternyata Sudah Berlangsung Sejak Tahun 1970-an

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sejumlah mantan pemain sirkus di Oriental Circus Indonesia (OCI) melaporkan adanya eksploitasi yang mereka terima kepada Kementerian HAM. Pengaduan tersebut diterima langsung oleh Wakil Menteri HAM Mugiyanto.

Para mantan pekerja mengungkapkan bahwa penyiksaan tersebut telah dilakukan terhadap anak sejak tahun 1970-an. Menurut para korban, hal ini tidak hanya sekedar kekerasan semata, tetapi juga bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Beberapa korban bahkan tidak mengetahui asal-usul serta keluarga mereka, karena diadopsi sejak anak-anak untuk menerima pelatihan sirkus. Hingga dibawa keliling pertunjukan tanpa dokumen resmi.

Kejadian ini berawal dari kelompok sirkus bernama Oriental Circus Indonesia (OCI) Taman Safari Indonesia yang sedang mencari talenta-talenta untuk bisa menjadi pemain sirkus. Namun, cara yang dipakai untuk merekrut pemain dinilai tidak manusiawi.

 

 

Kesaksian Para Korban

Salah satu korban yang bernama Ida menceritakan bagaimana dirinya menerima perlakuan tidak manusiawi saat mengalami kecelakaan serius saat tampil di Lampung. Ida yang mengalami kecelakaan tidak segera mendapat pertolongan untuk waktu yang lama.

“Saya mengalami kecelakaan dari ketinggian saat tampil di Lampung. Setelah jatuh, saya tidak langsung dibawa ke rumah sakit,” tutur Ida.

“Setelah pinggang saya mulai bengkak, baru saya dibawa ke rumah sakit ternyata tulang saya patah. Tidak lama saya dibawa ke Jakarta lalu dioperasi,” lanjut Ida.

Tak hanya Ida, kesaksian menyedihkan juga diungkapkan oleh Butet seorang mantan pemain sirkus perempuan lainnya. Saat sedang hamil, Butet seringkali mengalami penyiksaan dan pemaksaan untuk tetap tampil.

 

Baca Juga: Destinasi Pantai Populer di Jawa Timur yang Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga

“Kalau saat show mainnya tidak bagus, saya dipukuli. Pernah dirantai pakai rantai gajah di kaki,” kesaksian Butet.

“Saat hamil saya dipaksa tetap tampil. Saya juga pernah dijejali kotoran gajah hanya karena ketahuan mengambil daging empal,” lanjutnya sambil menahan tangis.

Fifi juga mengungkapkan hal serupa, ia mengaku telah berada di tengah lingkungan sirkus sejak bayi. Saat bayi, ia diambil oleh salah satu bos OCI untuk menjadi bagian dari pemain sirkus.

Setelah tumbuh dewasa, Fifi menyadari bahwa ternyata dirinya merupakan anak dari Butet. Padahal selama ini, Butet mengaku telah menyerahkan Fifi untuk diasuh orang lain agar anaknya memiliki kehidupan yang layak.

Namun bukannya mendapat kehidupan yang baik, nasib Fifi justru lebih kejam dari sebelumnya.

“Saya diseret dan dikurung di kandang macan, sampai susah buang air besar. Saya enggak kuat, akhirnya saya kabur lewat hutan saat malam hari sampai ke Cisarua. Waktu itu sempat ditolong warga, tapi akhirnya saya ditemukan lagi,” ungkap Fifi.

“Saya diseret kembali ke rumah, terus disetrum kelamin saya sampai lemas. Rambut saya ditarik, lalu saya dipasung,” lanjutnya dengan suara lirih.

 

 

Kasus ini sempat ramai pada Maret tahun 1997-an. Saat itu, para pekerja mengungkapkan adanya penyiksaan diadvokasi Aksi Solidaritas Pembela Perempuan Teraniaya (ASPPT).

Kala itu pihak Oriental Circus Taman Safari Bogor setuju untuk menyelesaikan pengaduan secara kekeluargaan. Namun, pihak OCI melanggar dan tetap melakukan penganiayaan terhadap para pemain. IZZAH

Editor : Imron Arlado
#Menteri HAM #dugaan penyiksaan #pelanggaran hak asasi manusia #mugiyanto #Oriental Circus Indonesia #Taman Safari Indonesia (TSI) #kesaksian #penganiayaan