JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hotma Sitompul seorang pengacara senior ternama Indonesia dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (16/4/25) di RS Cipto Mangunkusumo Kencana, Jakarta.
Berita duka ini dikonfirmasi oleh pengacara Yudha Khana Saragih, salah satu pengacara di kantor Hotma Sitompoel Law Firm.
“Bapak dan guru serta pembina kita Dr. Hotma P.D. Sitompoel, S.H., M.Hu, telah tutup usia mohon doanya,” kata Yudha saat dikonfirmasi (16/4/25).
Yudha juga menyatakan bahwa pengacara Hotma meninggal tepat siang ini pukul 11.15 WIB.
Lalu siapakah sosok pengacara senior Hotma Sitompul yang meninggal dunia ini, simak profilnya pada penjelasan berikut.
Profil Hotma Sitompul
Sosok Hotma Sitompoel atau Hotma Sitompul pergi meninggalkan dunia di usia 68 tahun, lahir pada 30 November 1956 di tanah Karo Sumatera Utara.
Beliau menyelesaikan pendidikan dibidang hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI).
Awal mula karier hukum Hotma yakni dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan menjadi murid tokoh hukum terkemuka yakni Adnan Buyung Nasution.
Dengan ia masuk ke LBH, tentu memberikan pengalaman yang akan menjadi pondasi dalam membantuk reputasinya menjadi pengacara yang memiliki pengalaman luas dan berintegritas.
Jejak Karier Hukum Hotma Sitompul
Sepanjang perjalanan kariernya, Hotma Sitompoel dikenal luas sebagai seorang pengacara ternama yang kerap menangani berbagai perkara besar, kompleks, dan menyita perhatian publik. Reputasinya sebagai advokat yang tangguh dibuktikan melalui keterlibatannya dalam berbagai kasus yang melibatkan tokoh-tokoh penting serta isu-isu hukum yang menjadi sorotan masyarakat.
Selain aktif sebagai praktisi hukum, Hotma juga menunjukkan dedikasinya dalam membangun institusi hukum dengan mendirikan firma hukum ternama, Hotma Sitompoel & Associates.
Tak hanya itu, ia juga merupakan salah satu pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, sebuah lembaga yang dikenal memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang kurang mampu.
Beberapa perkara besar yang pernah ia tangani semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pengacara berpengaruh di Indonesia.
- Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba Raffi Ahmad (2013)
- Kasus pembunuhan seorang gadis kecil (2015), kasus ini terjadi di Bali, ia menghadapi kasus ini dengan pengacara senior Hotman Paris Hutapea.
- Kasus perdata Baim Wong (2019).
- Kasus Rizky Billar KDRT (2022).
Tak hanya itu Hotma sitompul juga memiliki jejak pengalaman menjadi kuasa hukum di sejumlah perkara yang melibatkan orang-orang penting Indonesia seperti Basuka Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta.
Meninggalnya Hotma Sitompul tentu membuat kesedihan dari berbagai kalangan, seperti rekan seprofresi dan rakyat yang mengenal kiprah serta kontibusinya.
Hotma Sitompul telah memberikan kontribusi signifikan dalam perkembangan dunia hukum di Indonesia.
Kemampuannya dalam menangani berbagai kasus kompleks baik dalam ranah pidana, perdata, maupun perkara yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal menjadikannya figur yang disegani dan berpengaruh di kancah hukum nasional. TASYA
Editor : Imron Arlado