Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengangkat Tema Keluarga dan Mengajak untuk Mengakhiri Perundungan, Inilah 4 Fakta Film Rumah untuk Alie

Imron Arlado • Kamis, 17 April 2025 | 02:29 WIB
Mengangkat Tema Keluarga dan Mengajak untuk Mengakhiri Perundungan, Inilah 4 Fakta Film Rumah untuk Alie. sumber foto: Ig falconpictures_
Mengangkat Tema Keluarga dan Mengajak untuk Mengakhiri Perundungan, Inilah 4 Fakta Film Rumah untuk Alie. sumber foto: Ig falconpictures_

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Rizky Hanggono kembali bintangi film layar lebar melalui film Rumah untuk Alie yang diproduksi oleh Falcon Pictures.

Rencananya, film ini akan dijadwalkan tayang pada 17 April 2025. Film ini akan menjanjikan cerita yang penuh emosional dan memiliki makna mendalam melalui adegan yang menyentuh hati.

Diadaptasi dari novel best seller karya Lenn Liu dengan judul yang sama, film ini berhasil menarik minat para pembaca sekaligus mencuri perhatian dunia industri film.

Menghadirkan kisah sosok remaja sekaligus seorang anak bungsu yang berjuang mencari makna, cinta dan kasih sayang di tengah keluarga yang menolak keberadaanya usai kematian ibunya akibat suatu tragedi tragis yang melibatkan dirinya.

Sebelum menonton, ketahui sejumlah fakta menarik film Rumah untuk Alie sebagai berikut.

 

Mengangkat Tema Drama Keluarga dan Isu Perundungan

Film Rumah untuk Alie mengusung drama keluarga yang menyorot isu sensitif kekerasan fisik (perundungan) kepada anak. Film ini akan mengajak audiens unutk merenungkan kembali makna keluarga sesungguhnya.

Kekerasan pada anak dapat menimbulkan trauma, gangguan mental, hingga kerenggangan hubungan antaranggota keluarga.

Pembuatan film ini menggambarkan teguran sekaligus memberi dukungan kepada korban bullying yang kerap merasa sendirian.

 

Diadaptasi dari Novel Karya Lenn Liu

Lenn Liu selaku penulis novel Rumah untuk Alie berhasil menciptakan karya yang realistis dan menyentuh melalui tema sensitif, seperti perundungan dan tema kompleks lainnya.

Baca Juga: Beginilah Cara Membayar Denda Tilang ETLE di BRI, Bayar Sekarang Sebelum STNK di Blokir

Dalam pembuatan novel ini, Lenn Liu membagikan potongan cerita lewat akun sosmednya yang kemudian mendapat respon positif dari warganet. Seiring berjalannya waktu, kisahnya berhasil menembus batas platform hingga mencuri perhatian industri perfilman.

Memiliki Pesan Moral yang Menyentuh

Tak hanya menyuguhkan hiburan bagi penonton, film ini juga menyimpan pesan moral mendalam kepada para penonton. Yaitu dampak buruk menyalahkan orang lain secara berlebih atas suatu tragedi yang telah menjadi takdir mereka.

Selain itu film ini juga menyampaikan pentingnya kasih sayang dan cinta keluarga kepada anak, serta dampak buruk perundungan terhadap kesehatan mental seseorang.

 

Karakter Utama yang Menginspirasi

Dalam cerita, Alie telah mengalami banyak luka fisik dan mental, kekecewaan, penderitaan, hingga tekanan dalam lingkungannya. Namun, ia tak pernah putus asa, dirinya tetap menunjukkan semangat dan ketangguhan dalam bertahan.

 

Dirinya terus berjuang mengembalikan momen hangat dalam keluarga seolah mencari arti sebuah rumah, tempat ia bisa dicintai dan merasa dilindungi.

Meski telah mendapat perlakuan yang tak layak oleh ayah dan saudaranya, tetapi Alie tidak pernah sekalipun menyimpan dendam ataupun membenci saudaranya sendiri. DINDA

Editor : Imron Arlado
#Drama Keluarga dan Isu Perundungan #Fakta Film Rumah untuk Alie #novel best seller #Rizky Hanggono #falcon pictures #Rumah Untuk Alie #Lenn Liu