Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hukum Puasa Sunnah Bulan Syawal Digabung Puasa Ayyamul Bidh, Simak Niat dan Penjelasannya Berikut

Imron Arlado • Senin, 14 April 2025 | 01:58 WIB
Hukum Puasa Sunnah Bulan Syawal Digabung Puasa Ayyamul Bidh, Simak Niat dan Penjelasannya Berikut
Hukum Puasa Sunnah Bulan Syawal Digabung Puasa Ayyamul Bidh, Simak Niat dan Penjelasannya Berikut

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah puasa Ramadhan, puasa sunnah yang dianjurkan dalam Islam yaitu puasa enam hari yang dapat dilakukan sejak tanggal 2 bulan Syawal. Umat Islam juga dianjurkan puasa sunnah tiga hari setiap bulan Qamariyah atau sering disebut puasa Ayyamul Bidh.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadisnya mengenai orang yang berpuasa Ramadhan kemudian dilanjut dengan puasa enam hari Syawal, maka setara dengan pahala puasa satu tahun.

Sabda Rasulullah SAW : “Barang siapa berpuasa kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR. Muslim)

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan Hijriah. Pada bulan April ini, puasa Ayyamul Bidh bertepatan dengan bulan Syawal yang pahalanya sama besarnya.

Terdapat hadis yang menjelaskan, barang siapa yang melaksanakan puasa Ayyamul Bidh selama tiga hari, maka sama dengan puasa selama sebulan penuh. Jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh.

“Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kulakukan. Karena itu, maka puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR Bukhari-Muslim)

 

 

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh

Dalam Kitab Al-Faiqhu al-Islamiyyu wa Adilatuhu menjelaskan bahwa menggabungkan puasa Syawal dan puasa Ayyamul Bidh hukumnya sah. Dalam hal ini, kedua puasa tersebut dapat dilakukan secara bersama dalam satu hari.

Menurut pendapat ulama madzhab Syafii, melaksanakan puasa Syawal dan puasa Ayyamul Bidh secara bersamaan hukumnya boleh. Kedua puasa ini tidak bertentangan, sehingga diperbolehkan untuk melaksanakan puasa secara bersamaan.

 

 

Niat Puasa Syawal yang Digabung dengan Puasa Ayyamul Bidh

Bagi yang ingin melaksanakan puasa Syawal dan puasa Ayyamul Bidh secara bersamaan harus membaca niatnya terlebih dahulu. Berikut bacaan niat puasa Syawal digabung puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ وَعَنْ صَوْمَ اَيَّامَ البِيضْ ِللهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa ‘i sunnatis Syawwali wa ‘an shauma Ayyamal Bidh lillahi ta ‘aala.

Artinya : “Aku berniat puasa sunnah Syawal dan puasa Ayyamul Bidh esok hari karena Allah SWT.”

 

 

Selain digabung dengan puasa Ayyamul Bidh, puasa Syawal juga bisa digabung dengan puasa sunnah lain, seperti puasa sunnah Senin-Kamis. Namun, dengan ketentuan, puasa yang lebih besar pahalanya harus didahulukan niatnya. IZZAH

Editor : Imron Arlado
#puasa ayyamul bidh #niat puasa #puasa sunnah #Puasa Enam Hari #puasa syawal digabung puasa ayyamul bidh #bulan syawal #Madzhab Syafii #hukum puasa