Pasalnya, peristiwa yang menimpa rombongan pelajar itu terjadi tepat setelah mereka diantar kembali belajar ke pondok pasca libur lebaran.
Hal ini seperti yang diungkapkan Bahruddin, ayah MFS,15, salah seorang santri terseret ombak yang belum ditemukan.
Warga Gedangan, Sidoarjo, ini mengaku syok setelah menerima kabar anaknya menjadi korban kecelakaan air di Malang.
Sebab, dua hari sebelumnya atau Senin (7/4), ia mengantarkan langsung MFS kembali ke pondok.
"Tiba-tiba dikabari seperti ini hari Rabu (9/4), kayak nggak percaya aja," ucapnya, saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (10/4).
Pihaknya mengaku, MFS berada di Pantai Balekambang untuk pelesir. Anaknya pergi ke lokasi dengan enam teman satu kamar asramanya di pondok. "Bukan study tour atau semacamnya," kata Bahruddin.
Meski begitu, ia belum tahu banyak soal kronologi MFS bisa berada di luar kota tempatnya menuntut ilmu.
Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada pembicaraan antara pihak yayasan dengan para wali santri. Khususnya orang tua tiga korban terseret ombak yang belum ditemukan.
"Ya supaya fokus pencarian dahulu, (ketiga santri yang terseret ombak) ditemukan dahulu," ungkapnya. Hingga Kamis (10/4) siang, tiga korban belum ditemukan. Tiga perahu karet dikerahkan dalam operasi SAR sehari pasca kejadian.
Selasa (8/4), MFS dan enam temannya bertolak menuju Kota Batu menumpangi mobil sewaan. Sehari berikutnya, Rabu (9/4) siang, mereka tiba di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang.
Di lokasi, RA, 15, memilih berada di tepi pantai sementara MFS dan lima temannya berenang ke laut. Petaka terjadi tak berselang lama usai HS, 15, menepi lebih awal untuk salat.
YAI, 15; MFS; 15; MLM; 15 terseret ombak saat berenang di palung laut. Sedangkan AKR, 16 dan KY, 15 berhasil menepi. Para korban sempat ditolong turis asing asal Jerman, Helena Lindner dan guide wisata Rio Candra Hidayat.
Walaupun ketiga santri kala itu tetap hanyut digulung ombak. Hingga Kamis (10/4) siang, operasi SAR pencarian ketiga santri belum membuahkan hasil. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah