JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Serial drama religi terbaru asal Malaysia bertajuk ‘Bidaah’ kini tengah ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebab, serial drama tersebut mengangkat isu kontroversi terkait ajaran sesat dalam agama. Serial Bidaah mengisahkan tentang sosok sekte sesat berkedok agama, seorang tokoh agama yang dijadikan panutan.
Sosok tersebut ialah Walid Muhammad, yang sekaligus menjadi pemeran utama dalam serial Bidaah. Dalam serial drama ini, Walid kerap tampil mengenakan jubah putih dan penutup kepala seperti sorban disertai dengan jenggot yang panjang.
Sejumlah scene serial ini kerap berseliweran di medsos, terutama aplikasi Tiktok yang menunjukkan bahwa serial drama ini telah berhasil mencuri banyak perhatian penonton.
Salah satu cuplikan yang berhasil membuat penonton penasaran dan turut menyaksikan adalah ketika Walid menyalahgunakan kekuasaanya untuk memanipulasi para santri (jemaah) perempuan demi keuntungannya.
Pemeran Walid dalam Serial Drama Bidaah
Tokoh utama yang menjadi Walid diperankan oleh Mohd Faizal bin Hussein, seorang pelakon (aktor) terkenal sekaligus senior terlaris asal Gombak, Selangor, Malaysia.
Selain bekerja sebagai pelakon, beliau juga ternyata seorang pengacara yang aktif dari 1972 hingga saat ini. Namanya mulai dikenal ketika beliau membintangi film Gila-Gila Remaja pada 1986.
Beliau memulai karier aktingnya sejak masih berusia 5 tahun dalam film Darah Panglima pada 1972. Ayah dan ibunya juga merupakan seorang pelakon veteran pada era 60-an.
Deretan Drama Terlaris yang Pernah Dibintangi Faizal Hussein
- Fitrah Khadija (1999).
- Sembilu (2004).
- Senja Permai (2009).
- Lara Hati (2012).
- Jiwa (2014).
- Devoted (2019).
- I-Tanggang (2021).
- One Cent Thief (2022-25).
Hingga saat ini, Faizal Hussein menjadi seorang aktor terbaik Maysia dan kerap mencuri perhatian umum saat membintangi film dan drama baru. Selain itu, beliau juga merupakan seorang aktor yang paling disegani dalam industri hiburan Malaysia.
Tak hanya membintangi film Malaysia, Faizal pernah membintangi film asal Hongkong berjudul Fighting Madam 2 pada 1988 dan film Indonesia, yakni Misteri Harta Karun pada 1989. DINDA
Editor : Imron Arlado