Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Nilai Dalam Fenomena Tradisi Mudik Lebaran

Fendy Hermansyah • Selasa, 8 April 2025 | 23:19 WIB

Photo
Photo
 

Oleh : Dr. Hj. Hikmah Muhaimin., S.Sos.I. M.PSDM, Dosen Universitas Islam Majapahit/Pengurus MUI & ISNU Kabuapaten Mojokerto

 

SECARA umum, nilai dapat dipahami sebagai sesuatu yang melekat pada diri seseorang yang diekspresikan dan digunakan secara konsisten dan stabil. Nilai juga dianggap sebagai patokan dan prinsip prinsip untuk menimbang atau menilai sesuatu tentang baik atau buruk, berguna atau siasia, dihargai atau dicela. Selain itu, Nilai juga diartikan dengan suatu perangkat keyakinan atau pun perasaan yang diyakini sebagai suatu identitas yang memberikan corak yang khusus kepada pola pemikiran, perasaan, keterikatan maupun perilaku.

Namun akan berbeda jika nilai itu dikaitkan dengan agama, karena nilai sangat erat kaitannya dengan perilaku dan sifat-sifat manusia, sehingga sulit ditentukan batasannya dan keabstrakannya, maka timbullah bermacam-macam pengertian di antaranya: Dalam Kamus Bahasa Indonesia Nilai artinya sifatsifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Maksudnya kualitas yang memang membangkitkan respons penghargaan. Nilai itu praktis dan efektif dalam jiwa dan tindakan manusia dan melembaga secara obyektif di dalam masyarakat.

Jadi nilai adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia sebagai acuan tingkah laku. Dari uraian di atas jelaslah bahwa nilai merupakan suatu konsep yang mengandung tata aturan yang dinyatakan benar oleh masyarakat karena mengandung sifat kemanusiaan yang pada gilirannya merupakan perasaan umum, identitas umum oleh karenanya menjadi ketentuan umum dan akan tercermin dalam tingkah laku manusia.

Dari penjelasan ini terhadap pemaknaan nilai yang terdapat dalam tradisi mudik. Artinya, kegiatan mudik lahir bukan dari yang kosong, tanpa adanya sesuatu yang berguna. Terdapat beberapa nilai yang terdapat dalam tradisi mudik lebaran diantaranya; Religious, Toleransi, Kerja keras, Bersahabat dan komunikatif, Peduli sosial dan tanggung jawab.

1. Nilai-nilai religious kata religius berakar dari kata religi (religion) yang artinya taat, pada agama. Religius adalah kepercayaan atau keyakinan pada sesuatu kekuatan kodrati di atas kemampuan manusia. Jadi karakter religius dalam Islam adalah berperilaku dan berakhlak. Seseorang untuk dapat dikatakan religius apabila dapat menampilkan aspek-aspek ajaran agama dalam kehidupannya baik secara eksplisit maupun secara implisit.Dalam memberikan kriteria religius, ada beberapa pandangan yang diberikan, dengan kriteria: keterlibatan diri dengan yang mutlak, pengaitan perilaku secara sadar dengan sistem nilai yang bersumber dari yang mutlak, dan memasrahkan diri hidup dan mati kepada yang mutlak.

Tradisi mudik lebaran memuat nilai religius sebagai karakter yang dominan atas dasar keutamaan dari mudik lebaran dengan motif keagamaan. Dalam hal ini, tradisi mudik lebaran dapat dikaitkan dengan firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 36 yang dengan jelas dan tegas perintah untuk berbuat baik kepada orangtua, karib kerabat, tetangga, teman sejawat dan seterusnya. Dan ini menjadi satu kewajiban bagi semua hamba yang beriman dan bertakwa kepada Allah. Berbuat baik dimaksudkan antara lain dengan mudik untuk bertemu, bersalaman guna saling memaafkan dan sampai-sampai melepas kerinduan melalaui momen lebaran. Bagi pemudik biasanya membawa pulang sejumlah uang dan barang sebagai hasil jerih payahnya selama di perantauan.

Pemudik yang baik, biasanya tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga utamanya saja, tetapi juga dia berbagi untuk keluarga dekat, tetangga dan teman sejawat dan seterusnya. Biasanya malah ada yang mengadakan kenduri yaitu bentuk syukur nikmat dan bersedekah dengan lebih luas dan merata kepada sesama atas limpahan rizki yang telah diberikan Allah SWT. Lebih-lebih bagi orang yang paham akan pentingnya bersilaturrahim, yaitu akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka pilihan untuk mudik lebaran menjadi lebih bermakna dan berguna bagi kehidupan seseorang.

2. Toleransi merupakan salah satu dari karakter bangsa yang dicanangkan oleh pemerintah guna menjaga keharmonisan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Toleransi menjadi penting karena merupakan salah satu pondasi untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang berkepribadian baik. Indonesia yang pada dasarnya merupakan negara multikultural, sepatutnya penduduknya memiliki sikap toleran yang tinggi.

Sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal lain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka serta dapat hidup tenang ditengah perbedaan tersebut.Dengan demikian, toleransi merupakan sikap menghargai perbedaan yang ada di sekitarnya seperti perbedaan agama, etnik, budaya, bahasa, pendapat dan lain sebagainya.

Tradisi mudik mengandung nilai-nilai toleransi, ini dapat diketahui ketika dalam perjalanan harus mampu saling menghargai untuk menciptakan keselamatan dalam perjalanan. Ketika sampai dikampung halaman karakter toleransi ini sangat terlihat dominan. Hal ini terjadi ketika bertemu dengan keluarga dengan berbagai latar belakang dan saling menghargai serta menghormati dalam perbedaan.

3. Kerja Keras, Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam karakter kerja keras memiliki tekat menyelesaikan semua tugas dengan baik dan tepat waktu, tidak putus asa dalam menghadapi masalah, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah.

Dalam tradisi mudik, karakter kerja keras ini terlihat pada usaha yang dilakukan pemudik saat berada diperantauan, berusaha bekerja keras untuk membuktikan hasil kerja keras ketika berada diluar daerah. Selain itu juga, karakter kerja keras ini terdapat pada proses mudik itu sendiri, berusaha dengan berbagai upaya untuk dapat pulang kampung.

4. Bersahabat dan Komunikatif, persahabtan yang komunikatif merupakan sikap atau tindakan yang berhubungan dengan orang lain yang didalamnya terdapat komunikasi yang mudah dipahami sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dalam bekerjasama. Sikap bersahabat berbeda dengan komunikatif namun di dalam sikap bersahabat terdapat proses komunikasi. Sikap bersahabat yang komunikatif menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyampaikan ide-idenya atau sebuah pikirannya kepada orang lain dalam bergaul. Nilai-nilai ini menjadi modal penting dalam hidup bermasyarakat. Orang yang bersahabat/komunikatif adalah orang yang mudah bergaul dengan orang lain dan biasanya selain mampu menyampaikan, juga mampu mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain untuk kemudian direspon dengan cara yang tepat.

Orang yang bersahabat/komunikatif biasanya dapat dengan mudah diterima di lingkungannya.Pada tradisi mudik lebaran, terdapat karakter bersahabat dan komunikatif ketika bertemu dengan kerabat, teman, dan keluarga di kampung halaman. Sikap bersahabat dan komunikatif dalam bergaul dengan para kerabat tetangga dan keluarga. Mampu bergaul dan bercerita dengan baik dengan sesama dan dapat di pahami orang lain. Selain itu, ketika di kampung halaman, berinteraksi dengan siapapun sesuai dengan etika. 

5. Peduli Sosial, Peduli sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Peduli sosial merupakan sikap yang tumbuh dari interaksi manusia yang memiliki rasa kasih sayang dan empati sehingga manusia itu mempunyai kesadaran untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

Bentuk-bentuk kepedulian berdasarkan lingkungannya yakni: Peduli di lingkungan keluarga; peduli di lingkungan masyarakat; peduli di lingkungan sekolah. Kepedulian sosial ini sangat tampak ketika mudik lebaran terlebih ketika telah berkumpul dengan saudara. Salah satu tradisi lebaran yang menandakan kepedulian sosial adalah berbagi rezeki merupakan menjadi hal yang harus dilakukan, terlebih dengan sanak saudara serta kedua orang tua.

6. Tanggung Jawab, Nilai-nilai tanggungjawab adalah nilai yang mendorong seseorang melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik dan tepat waktu. Nilai tanggung jawab mendukung suatu pekerjaan atau amanah terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan kepadanya. Kesadaran tanggung jawab tidak dipengaruhi oleh sikap genetik atau sikap yang ada pada individu sejak lahir, melainkan perlu ditumbuh kembangkan dengan adanya pembiasaan dari orang-orang di lingkungannya.

Terdapat beberapa jenis ttanggung jawab, antara lain: tanggung jawab moral, tanggung jawab hukum, tanggung jawab keluarga, tanggung jawab komunitas, tanggung jawab terhadap adat-istiadat, tradisi kepercayaan dan aturan, serta tanggung jawab pribadi. Mudik lebaran merupakan salah satu tanggung jawab moral dan tanggung jawab keluarga di mana seorang pemudik mengunjungi orangtua dan keluarga yang telah sekian lama ditinggalkan. (*) 

Editor : Fendy Hermansyah
#kalam #lebaran #Fitri