JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah penantian yang panjang, akhirnya film Minecraft Movie yang menggabungkan elemen animasi CGI dengan live action kini telah dirilis di Indonesia.
Disutradarai oleh Jared Hess, film ini akan menjadi salah satu film yang unik dan menarik. Pasalnya, film ini tak hanya menyuguhkan petualangan, melainkan juga menunjukkan kreativitas dan pentingnya kerja sama untuk menghadapi rintangan.
Proses pengembangan film ini memakan waktu hampir satu dekade dan akan menjadi film layar lebar terlaris yang diadaptasi dari permainan video, yakni Minecraft.
Sebelum menonton filmnya, yuk simak sejumlah fakta menariknya sebagai berikut.
- Diadaptasi dari Game Populer
A Minecraft Movie merupakan film yang diadaptasi dari game terlaris, yakni Minecraft.
Minecraft merupakan sebuah video gim yang diluncurkan pada 2011 dan dikembangkan oleh Mojang Studios asal Swedia.
Permainan ini tercatat sebagai game terlaris dengan lebih dari 300 juta kopi yang terjual di seluruh dunia. Game ini membebaskan para pengguna untuk berpetualang dan dapat bereksplorasi yang menjadikan game ini banyak diminati.
- Menghadirkan Cerita yang Menarik
A Minecraft Movie mengisahkan empat orang yang tidak akur dan memiliki latar belakang yang berbeda, yakni Garrett, Henry, Dawn, dan Natalie. Secara tidak sengaja, mereka ditarik melalui portal misterius ke dalam dunia fiksi Overworld.
Dalam dunia Overworld, mereka harus berjuang melawan sejumlah musuh yang ada dalam dunia kubus tersebut. Salah satunya adalah berjuang melawan Zombies dan Piglins.
Untuk dapat kembali pulang, mereka harus menyelesaikan misi, yakni menguasai dunia fiksi tersebut.
- Berlatar di Negeri Ajaib
Yang membedakan film lain dengan film ini adalah Keunikan dalam film yang menjadi ciri khas dan daya tarik utama film A Minecraft Movie tersendiri.
Film ini menggunakan visual khas Minecraft dan mengusung latar dunia fantasi penuh warna dengan susunan blok-blok ikonik yang digambar dengan kreativitas.
- Sempat Mendapatkan Kritik dari Penggemar Game Minecraft
Sebelumnya, film ini sempat mendapat sejumlah kritikan dari penggemar permainan Minecraft. Beberapa diantaranya beranggapan perpaduan antara live action dengan CGI kurang cocok.
Kritik tersebut di dapat saat perilisan trailer resminya pada September 2024 lalu. Sebagian juga menilai karakter nyata manusia dianggap tidak cocok dengan latar dunia minecraft yang berbentuk blok-blok kubus. DINDA
Editor : Imron Arlado