Kemensos RI menyerahkan langsung santunan bagi ahli waris senilai total Rp 45 juta.
Mensos menjujuk rumah duka pasangan suami istri Ahmad Fiky Muzaki, 28, dan Fitria Handayani, 27, serta putri semata wayangnya, Mikaila F.Z, 3,5, itu didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Albarra dan Wakil Bupati M. Rizal Octavian.
Diketahui, ketiga korban merupakan pengendara pikap Daihatsu Grand Max warna putih nopol S 9137 N yang digulung longsor saat melintas di sekitar Wisata Air Terjun Watu Lumpang pada Kamis (3/4) siang.
Gus Ipul, sapaa akrabnya, menjelaskan, penyerahan santunan kematian korban bencana terhadap ahli waris ini sesuai program kementerian yang dinakhodainya.
"Kami takziah bersama Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto ke rumah duka. Kami menyampaikan bela sungkawa dan sekaligus menyampaikan salamnya bapak Presiden," ucapnya.
Penyaluran santunan ini, lanjutnya, sebagai langkah hadirnya pemerintah pusat untuk meringankan beban keluarga korban.
Sesuai indeks Kemensos RI, korban meninggal menerima santunan senilai Rp 15 juta, Rp 5 juta untuk korban luka berat dan Rp 3 juta untuk luka ringan.
"Ini untuk meringankan beban dan menghibur keluarga korban supaya diberi kekuatan oleh Allah SWT. Sambil kita membagikan bahan pokok untuk keluarga yang melakukan selamatan selama tujuh hari," bebernya.
Gus Ipul mengaku, banyak pihak yang berkontribusi membantu korban maupun menangani tragedi longsor di jalur alternatif Mojokerto - Batu tersebut.
Mulai dari unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Kabupaten Mojokerto, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Tahura R Soerjo hingga unsur relawan.
"Walaupun ini takdir, kita ingin insiden ini jadi pelajaran. Kedepan kita sama-sama belajar untuk selalu waspada dan memperbaiki kesadaran akan wilayah rawan bencana," harap Gus Ipul. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah