KABUPATEN - Dua mobil terseret dan tertimbun material longsoran tanah dan batu di jalur alternatif Pacet, Kabupaten Mojokerto-Cangar, Kota Batu, tepatnya di dekat kawasan wisata Air Terjun Watu Lumpang, Desa/Kecamatan Pacet, Kamis (3/4) siang.
Mobil jenis pikap warna putih nopol S 9137 NI dan Toyota Innova hitam terseret material tanah hingga ke jurang sedalam 30 meter. Sejumlah korban dikabarkan meninggal dunia lantaran tertimbun longsoran saat berada dalam mobil.
Satu jasad korban berhasil dievakuasi dari dalam mobil Innova. Korban diketahui bernama Masjid Zatmo Setio, 30, warga Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, langsung dibawa ke RS Sumberglagah, Pacet.
Sementara beberapa korban lain masih terjebak di dalam mobil pikap bersama tumpukan material tanah dan belum berhasil dievakuasi.
Proses evakuasi berjalan dramatis karena medan yang terjal serta terkendala cuaca dan alat yang kurang memadai. Hingga petang kemarin, petugas kepolisian, Basarnas, BPBD, dan relawan yang datang ke lokasi akhirnya sepakat untuk menunda proses pencarian korban dan dilanjutkan pagi ini.
”Mengingat cuaca hujan dan tidak henti-hentinya, tanah yang labil dan berlumpur, sehingga operasi SAR kami hentikan dan dilanjutkan besok (hari ini, Red) mendasari tim yang ahli dari Basarnas,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto di lokasi.
Akibat peristiwa ini, lalu lintas di jalur alternatif dua daerah tersebut untuk sementara ditutup total.
Penutupan berlaku di dua arah, baik dari Pacet, Kabupaten Mojokerto maupun dari Cangar, Kota Batu. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya korban tambahan. Mengingat, kondisi jalur yang masih diguyur hujan deras, sehingga rawan terjadi longsor susulan.
Di samping itu, juga untuk membantu proses evakuasi yang masih berjalan di medan yang sulit. ”Arus lalu lintas saat ini kami alihkan atas seizin direktur lalu lintas Polda Jatim,” tambahnya.
Meski beberapa korban sudah teridentifikasi, namun Basarnas masih belum memastikan jumlah korban yang tertimpa longsoran tebing gugusan bukit di Gunung Welirang tersebut.
Hingga evakuasi dihentikan sementara kemarin, mereka masih memetakan kondisi pengemudi dan penumpang di kedua kendaraan. Penghentian operasi karena terganjal medan yang terjal dan material longsor yang labil, serta hujan yang tak kunjung reda. Sehingga cukup membahayakan petugas jika harus diteruskan.
”Kami masih meraba-meraba jumlah korban. Info awal ada dua korban dalam kondisi meninggal dunia dan satu sudah dievakuasi. Saat ini kendalanya alat tambahan, lalu faktor cuaca dan material tanahnya yang labil. Sehingga kami mengutamakan keselamatan tim SAR,” tandas Kordinator Unit Siaga SAR Malang Raya Yoni Fariza.
Menurut BPBD, longsoran disebabkan karena hujan deras yang mengguyur kawasan Pacet sejak pukul 11.00. Saat itu, kondisi jalur terhitung ramai dilalui pengendara dari kedua arah. Saat peristiwa terjadi, kedua mobil berjalan beriringan dari arah Pacet menuju Kota, Batu pukul 11.30.
Dari pantauan dashcam salah satu pengendara, terlihat kedua mobil langsung dihantam material tanah, batu, dan pohon yang jatuh dari tebing setinggi 50 meter. Kedua mobil kemudian terseret ke jurang sedalam 30 meter.
”Ketinggian tebing kira-kira 50 meter dari jalan. Material berupa tanah bercampur batu dan batang pohon,” papar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Yoi Afrida Soesetyo Djati.
Zakaria, anggota relawan menambahkan, peristiwa longsor ini berbarengan dengan turunnya hujan di kawasan tersebut.
”Akibat longsoran ini membuat akses Kota Batu-Pacet, Kabupaten Mojokerto ditutup total,” terangnya. Tebalnya material longsoran membuat para petugas dan relawan kesulitan melakukan evakuasi.
Tak urung kondisi itu membuat Pemkab Mojokerto melalui Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto langsung menurunkan alat berat ke tempat kejadian perkara (TKP). Tim relawan juga menemukan bagian ban dari mobil yang tertimbun material. (far/ori/ris)
Editor : Imron Arlado