JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Penyanyi Vidi Aldiano telah lama berjuang melawan kanker ginjal yang didiagnosis sejak 2019. Meski kondisinya kini lebih stabil, ia masih menjalani pengobatan untuk menjaga kesehatannya.
Dikutip dari kanal YouTube Boy William, awalnya Vidi mengaku merasakan ada yang aneh di tubuhnya, tekanan darahnya tiba-tiba tinggi. Dokter yang menanganinya menyatakakan bahwa ia mengidap kista, yang di mana sebagian besar kista bersifat jinak.
Setelah melakukan berbagai pemeriksaan, ternyata ditemukan bahwa Vidi mengidap kanker ginjal stadium 3.
“Gue pertama kali kena kanker itu 2019. Waktu itu gue operasi di Singapura. Waktu 2029 itu gue dinyatakan kidney cancer (kanker ginjal) stadium tiga.” Jelas Vidi.
Kisah Vidi menjadi pengingat bahwa kanker ginjal dapat menyerang siapa saja, bahkan mereka yang terlihat sehat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali faktor risiko dan gejala penyakit ini sejak dini.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
1. Riwayat Keluarga
Seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ginjal jika ada anggota keluarga yang juga mengidap penyakit ini. Faktor genetik dapat berperan dalam meningkatkan kemungkinan mutasi sel yang menyebabkan kanker. Jika ada riwayat kanker ginjal dalam keluarga, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna deteksi dini.
2. Kebiasaan Merokok
Merokok merupakan salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko kanker ginjal. Zat kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak sel-sel ginjal dan memicu pertumbuhan sel kanker. Studi menunjukkan bahwa perokok aktif memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ginjal dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.
3. Tekanan Darah Tinggi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Meskipun belum sepenuhnya dipahami bagaimana tekanan darah tinggi berkontribusi terhadap kanker ginjal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah yang tidak terkontrol dapat merusak ginjal dalam jangka panjang dan memicu perkembangan sel kanker.
4. Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker ginjal. Lemak berlebih dalam tubuh dapat memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk insulin dan hormon pertumbuhan lainnya, yang dapat merangsang pertumbuhan sel abnormal di ginjal. Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan olahraga teratur dapat membantu mengurangi risiko ini.
5. Paparan Zat Kimia
Beberapa jenis zat kimia berbahaya, seperti pelarut industri, herbisida, dan logam berat, dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker ginjal. Orang yang bekerja di lingkungan dengan paparan bahan kimia tinggi, seperti pabrik atau industri pertambangan, berisiko lebih besar mengalami gangguan pada ginjal, yang dapat berkembang menjadi kanker.
6. Konsumsi Obat Tertentu Secara Berlebihan
Penggunaan obat penghilang rasa sakit (NSAID) dalam jangka panjang dan dosis tinggi, seperti ibuprofen dan aspirin, dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Obat-obatan ini dapat membebani kerja ginjal dan menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal dalam jangka panjang. Oleh karena itu, konsumsi obat harus sesuai anjuran dokter dan tidak berlebihan.
7. Penyakit Ginjal Kronis
Individu yang menderita penyakit ginjal kronis, terutama yang sudah menjalani dialisis dalam waktu lama, berisiko lebih tinggi terkena kanker ginjal. Ginjal yang mengalami kerusakan kronis lebih rentan terhadap perubahan sel abnormal yang dapat berkembang menjadi kanker. Oleh karena itu, penderita penyakit ginjal harus menjalani pemantauan rutin dan menjaga gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Gejala yang Sering Tidak Disadari
1. Adanya Darah dalam Urine (Hematuria)
Salah satu tanda utama kanker ginjal adalah hematuria, yaitu adanya darah dalam urine. Warna urine bisa berubah menjadi merah muda, merah, atau kecokelatan.
2. Nyeri atau Tekanan di Bagian Pinggang atau Punggung Bawah
Nyeri yang muncul di area pinggang atau punggung bawah tanpa penyebab yang jelas bisa menjadi tanda kanker ginjal. Rasa nyeri ini bisa bersifat tumpul atau tajam dan sering kali terjadi secara terus-menerus.
3. Munculnya Benjolan atau Pembengkakan di Sekitar Perut atau Pinggang
Kanker ginjal yang berkembang dapat menyebabkan munculnya benjolan atau pembengkakan di sekitar perut atau pinggang. Benjolan ini biasanya terasa keras dan tidak menimbulkan nyeri pada tahap awal. Namun, seiring pertumbuhan tumor, benjolan bisa menjadi lebih besar dan terasa menyakitkan.
4. Kelelahan Berlebihan dan Penurunan Berat Badan Drastis
Penderita kanker ginjal sering mengalami kelelahan ekstrem meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Kondisi ini biasanya disertai dengan penurunan berat badan yang signifikan tanpa sebab yang jelas. Hal ini terjadi karena sel kanker mengganggu metabolisme tubuh dan menyebabkan tubuh kehilangan banyak energi.
5. Demam Berkepanjangan
Demam yang terjadi secara terus-menerus tanpa penyebab yang jelas bisa menjadi indikasi adanya kanker ginjal. Biasanya, demam ini tidak terlalu tinggi tetapi muncul secara berulang dan berlangsung selama beberapa minggu. Hal ini disebabkan oleh respons tubuh terhadap peradangan yang dipicu oleh pertumbuhan sel kanker.
6. Tekanan Darah Tinggi yang Sulit Dikendalikan
Ginjal memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah. Jika terdapat tumor pada ginjal, fungsi ginjal bisa terganggu dan menyebabkan tekanan darah meningkat secara signifikan. Pada beberapa kasus, hipertensi yang sulit dikendalikan dengan obat bisa menjadi salah satu tanda awal adanya masalah pada ginjal, termasuk kanker.
Pentingnya Deteksi Dini
Kisah Vidi Aldiano menjadi pengingat bagi banyak orang akan pentingnya deteksi dini dalam menangani kanker ginjal. Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar peluang untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi yang memiliki faktor risiko.
Meski menghadapi tantangan besar dalam hidupnya, Vidi tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Ia terus berkarya dan memberikan inspirasi kepada banyak orang untuk tetap berjuang dalam menghadapi cobaan, termasuk dalam hal kesehatan.
“Gue bakal tetap berusaha buat menghibur kalian semua selama gue masih bisa napas. Wish me luck ya, semuanya,” kata Vidi. NESTYA
Editor : Imron Arlado