JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Willie Salim, seorang konten kreator terkenal di TikTok yang membuat konten berbagi dan makan bersama di Palembang berujung tak terduga.
Willie Salim yang membuat konten masak besar 200 kg rendang bersama masyarakat sekitar Jembatan Ampera, justru mendapat laporan polisi. Konten Willie Salim dinilai merusak nama baik masyarakat Palembang.
Willie memasak 200 kg rendang bersama masyarakat di tengah kota Palembang dengan tujuan berbagi makanan kepada warga yang hadir untuk berbuka puasa. Pengakuan Willie pada saat ia pergi ke toilet rendangnya hilang berubah menjadi bumerang bagi dirinya.
Kronologi Rendang 200 Kg Willie Salim Hilang
Willie Salim serta timnya membuat konten memasak rendang dengan jumlah besar untuk dibagi-bagikan ke masyarakat. Ribuan warga sangat antusias dengan menyaksikan proses memasak dan menunggu kesempatan mencicipi rendang tersebut.
Dalam kontennya, Willie berpamitan untuk pergi ke toilet di tengah proses memasak rendang. Sembari pergi ke toilet, Willie menyempatkan untuk beristirahat sejenak dan makan di mobilnya.
Rendang yang baru dimasak pukul 19.00 WIB tentunya belum sepenuhnya matang. Namun, dalam waktu 15 menit setelah Willie meninggalkan tempat, rendang yang masih mentah tersebut ludes diserbu warga.
Kejadian ini tentunya mengundang komentar warganet yang menyudutkan warga Palembang terkait hilangnya rendang hanya dalam waktu hitungan menit.
Tak hanya itu, banyak juga konten kreator lain yang mengkritik Willie karena disebut kurang persiapan yang matang, sehingga peristiwa tersebut terlihat brutal dan tidak kondusif. Bahkan beberapa konten kreator menyebut Willie hanya keperluan konten atau settingan.
Mendapat 3 Laporan Polisi
Pada Senin, 24 Maret 2025 Willie Salim telah menerima tiga laporan resmi dari Polda Sumatera Selatan. Dua pelapor merupakan advokat, yakni Agung Wijaya dan Ryan Gumay dan pelapor ketiga merupakan konten kreator asal Palembang Rendy Aditya.
Aksi Willie tersebut, telah dianggap menciptakan kegaduhan dan merusak citra Kota Palembang. Ryan Gumay mengungkapkan konten tersebut dapat menggiring pandangan negatif terhadap masyarakat Palembang.
“Laporan ini dibuat untuk menegaskan langkah hukum terhadap kreator Willie Salim agar ada efek jera sekaligus pelajaran bagi kreator lain,” jelas Ryan.
Ryan mendesak agar Willie dapat segera bertanggung jawab atas kegaduhan yang telah terjadi. Hal ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi konten kreator lain, agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan konsekuensi hukum dari konten yang dihasilkan. IZZAH
Editor : Imron Arlado