JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah melewati proses produksi yang cukup lama, akhirnya film animasi karya anak bangsa bertajuk ‘Jumbo’ akan segera hadir menemani di Lebaran 2025.
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy, animasi ini merupakan karya terbaru Visinema Pictures. Alur ceritanya yang menarik, membuat film animasi ini patut untuk dinantikan.
Film Jumbo berfokus kisah seorang anak laki-laki yang ceria bernama Don, yang kerap dibully karena memiliki badan yang gemuk. Selain itu, ia juga gemar dengan buku dongeng kesayangannya pemberian dari kedua orang tua Don yang telah tiada.
Tak hanya animasi biasa, animasi Jumbo menyorot kisah petualangan, persahabatan, dan cinta sehingga cocok untuk menjadi tontonan keluarga, khususnya anak-anak.
Sebelum menyaksikan, ketahui fakta dibalik perilisan film animasi Jumbo ini.
Film Animasi Pertama Visinema Pictures
Jumbo merupakan animasi yang diproduksi Visinema Pictures. Sebelum film Jumbo, rumah produksi Visinema Pictures telah merilis sejumlah series dan film lain, salah satunya adalah animasi serial Nussa yang berhasil meraih kesuksesan besar.
Proses Produksi yang Memakan Kurun Waktu hingga 5 Tahun
Proses pembuatan animasi tak sama dengan pembuatan film biasa, pasalnya pembuatan animasi jauh lebih rumit karena dimulai dari awal dan memakan waktu yang panjang.
Ryan selaku sutradara film Jumbo membeberkan bahwa pembuatan satu detik adegan di animasi memerlukan hingga 24 frame yang harus dibuat.
Dengan kurun waktu lima tahun, sutradra dan deretan kreator lokal bekerja keras di balik layar untuk menghasilkan animasi dengan kualitas yang tinggi.
Melibatkan Artis Papan Atas dalam Pengisian Suara
Film animasi ini melibatkan sederet artis lokal papan atas untuk menjadi voice actor.
Salah satunya terdapat Ariel Noah yang menjadi pengisi suara Ayah Don, Bunga Citra Lestari sebagai Ibu Don, dan Cinta Laura sebagai Ibu Meri.
Mengambil Latar di Era 2000-an
Dalam perilisan trailer film Jumbo, yang menampilkan cuplikan ketika Don masih berusia 4 tahun, di mana kala itu berdasarkan kalender di kamar Don menunjukkan tepat pada 24 Februari 1994.
Menariknya, walaupun hanya dengan petunjuk kecil, warganet berhasil menebak usia Don yang berada di era 2000 an dan berusia 10 tahun.
Sutradara Ryan pun mengaku dan memberi alasan bahwa animasi Jumbo memang sengaja dibuat pada era 2000-an, era di mana anak-anak seusia Don masih asik bermain di luar rumah.
Mengenang masa-masa indah bermain kasti hingga menggembala kambing dan tentunya sangat jauh berbeda dengan zaman sekarang yang kerap bermain game di handphone (mabar).
Ide Unik dalam Mengambil Nama Kampung dan Karakter Kades
Nama kampung fiksi tempat Don tinggal diambil dari kata “seru” dan “nih”, sehingga terciptalah nama Seruni.
Sementara itu, ide unik muncul ketika sedang tukar pikiran, nama kades dalam desa Seruni diambil dari nomor yang ada di plat mobil, yakni “R 035 LI” dan jadilah “Rusli”.
Hal tersebut merupakan ide unik dari tim film Jumbo yang suka memodif plat nomor, ungkap sang sutradara. Uniknya lagi, plat R merupakan plat kendaraan wilayah Banyumas, termasuk Purwokerto.
Ryan menyampaikan maaf terhadap Kades di Purwokerto dan mengungkapkan bahwa itu merupakan murni kebetulan saja.
Perkembangan industri animasi Indonesia mengalami kemajuan pesat. Dengan kualitas yang tak kalah bagus dengan animasi negara lain, nantinya film Jumbo akan ditayangkan di 17 negara. DINDA
Editor : Imron Arlado