JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film live-action terbaru Disney, yakni Snow White kini mendapat berbagai kritik tajam dari para penonton film walaupun akting Rachel Zegler memperoleh pujian. Mendapatkan skor yang rendah di Rotten Tomatoes, yaitu sejumlah 49 persen berdasarkan 94 komentar kritikus, menimbulkan tanda tanya mengenai mengapa film ini kurang diminati banyak orang.
Lebih lanjut, diantaranya sisi yang paling disorot dalam komentar negatif yakni pemilihan Gal Gadot sebagai Evil Queen. Kritikus yang berasal dari Nerdist menilai bahwa Gadot tidak memberikan ancaman nyata sebagai tokoh antagonis, sedangkan Discussing Film mengatakan lakonnya sebagai salah satu yang terburuk dalam karirnya.
Lalu, bukan hanya persoalan aktor, dalam film ini juga dinilai terlampau setia pada versi animasi klasiknya, sehingga kurang memberikan inovasi yang bermakna. Kritikus menyoroti minimnya kreativitas dalam penceritaan, visual, sampai musik, membuatnya terasa seperti sekedar eksploitasi nostalgia.
Selain itu juga, munculnya kontroversi mengenai visualisasi dari tujuh kurcaci yang dibentuk dengan CGI berbasis satu pemain, bukan pemeran dengan dwarfisme. Kemudian kritikus berasal dari Irish Independent menilai dengan memanfaatkan efek CGI tersebut malahan membuat film ini terasa kurang sesuai antara animasi dan live-action.
Berbagai komentar menilai bahwa Snow White bukanlah film yang buruk, namun juga tidak cukup menarik untuk dimasukkan memori dalam jangka panjang. Seattle Times mengatakan film ini “tidak cukup baik untuk menjadi klasik, tetapi juga tidak cukup buruk untuk menjadi tontonan guilty pleasure.”
Lebih lanjut, di sela-sela kritik yang mencuat, Disney kemungkinan harus menghadapi kenyataan bahwa konsep remake live-action saat ini semakin dipertanyakan. Snow White dipandang gagal membawa pembaruan yang bermakna, sedangkan usaha pembaharuan yang diusung malah dinilai kurang matang.
Lalu, dengan tren penonton yang ragu terhadap remake, Disney mungkin wajib memikirkan strategi baru. Inovasi serta kreativitas yang lebih baru dapat menjadi kunci supaya film-film mendatang lebih diterima oleh orang banyak.
Lebih lanjut, ungkapan dari Rachel Zegler, pemeran utama dalam film ini, menjadi permasalahan utama perdebatan. Zegler menyatakan bahwa film terbaru ini akan mengalami perubahan signifikan.
Diantaranya dihilangkannya kisah cinta klasik yang menjadi inti dari versi aslinya. Ungkapannya seperti “Ini bukan lagi tahun 1937”, membuat reaksi keras dari penggemar yang merasa bahwa perubahan itu menghilangkan esensi yang membuat Snow White begitu dicintai.
Bukan hanya itu, keputusan Disney guna menggantikan tujuh kurcaci dengan karakter CGI yang lebih bermacam juga memperoleh kritikan tajam. Banyak yang beranggapan bahwa usaha ini terlalu dipaksakan demi modern, sampai menghilangkan keajaiban yang membuat film aslinya begitu ikonik.
Pernyataan kontroversi dari Zegler juga dinilai tidak menghormati karya klasik dari Snow White. Mirip seperti kasus Abidzar, Zegler hanya menonton sekilas dari film Snow White yang asli. Bukan benar-benar mencari tahu peran dan membentuk perannya sendiri. Sehingga hal tersebut menjadi sorotan para warganet Indonesia.
Terdapat komentar netizen yang menyatakan sikap Zegler melebihi atau lebih parah dari Abidzar. Dilansir dari media lain, Film Snow White ini akan menjadi kerugian bagi Disney sejumlah 100 juta dolar. ADINDA
Editor : Imron Arlado