Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fakta Menarik Serial Adolescence, Mengangkat Isu Sensitif Melalui Perspektif Remaja dengan Cerita yang Memiliki Makna Mendalam

Radar Mojokerto • Kamis, 20 Maret 2025 | 03:18 WIB
Fakta Menarik Serial Adolescence, Mengangkat Isu Sensitif Melalui Perspektif Remaja dengan Cerita yang Memiliki Makna Mendalam, sumber foto: Instagram
Fakta Menarik Serial Adolescence, Mengangkat Isu Sensitif Melalui Perspektif Remaja dengan Cerita yang Memiliki Makna Mendalam, sumber foto: Instagram

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Serial terbaru Netflix, Adolescence, kini tengah ramai peminat. Serial bergenre kriminal ini menjadi salah satu film yang paling dinantikan oleh para penikmat sinema.

Serial ini mulai tayang sejak 13  Maret 2025 di platform streaming Netflix. Serial Adolescence adalah karya dari Stephen Graham dan Jack Thorne.

Jack Throne dikenal atas kontribusinya saat menggarap serial film fantasi Harry Potter. Sementara itu, Stephen Graham adalah seorang aktor terkenal di mana dalam serial film ini dia ikut membitangi dalam serial karyanya ini.

Dengan alur cerita yang unik dan menarik, diketahui cerita dari serial film ini mengangkat dari kisah nyata. Mengikuti kisah dari seorang anak remaja berusia 13 tahun bernama Jamie Miller, dirinya ditangkap atas tuduhan pembunuhan teman sekelasnya.

Selain menarik, serial film ini mengangkat isu sosial melalui perspektif remaja, seperti ekspektasi masyarakat soal maskulinitas hingga tekanan sosial media yang relevan dengan aspek kehidupan.

Untuk mengetahui hal menarik lain dari serial tersebut, simak uraiannya sebagai berikut.

  1. Terinspirasi dari Kisah Nyata

Stephen Graham, mendapat ide untuk serial yang digarapnya ini dari peristiwa kekerasan remaja. Saat itu, terjadi suatu peristiwa yang melibatkan seorang anak laki-laki dalam kasus penikaman dengan menggunakan pisau.

Hal tak wajar yang dilakukan anak seusia remaja tentu membuat semua orang keheranan. Seiring berjalannya waktu, kasus tindakan kriminal tersebut terulang lagi, hingga pada akhirnya Graham memutuskan untuk mengangkatnya menjadi sebuah cerita.

 

  1. Cerita yang Memiliki Makna Mendalam

Serial Adolescence berfokus pada kisah seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun yang terlibat dalam kasus pembunuhan teman sekolahnya.

Dengan demikian, serial ini menyorot kondisi tekanan yang banyak dialami oleh remaja masa kini. Tekanan tersebut biasanya berasal dari pengaruh lingkungan sekitar, media sosial, hingga tuntutan performa.

 

 

Tak hanya berfokus pada kriminal, Stephen Graham juga mengajak para orang tua untuk memahami dan mengawasi kondisi anak sekaligus memandu orang tua cara untuk menghadapi situasi tersebut.

 

  1. Menggunakan Teknik Pengambilan Gambar Satu Kali

Hal yang paling menarik dalam serial Adolescence ini adalah teknik pengambilan gambarnya yang dilakukan satu kali (one shot).

Philip Baratini selaku sutradara menyampaikan, teknik ini digunakan untuk memberikan kesan yang nyata dan memperkuat emosional, sehingga audiens akan merasa seolah dirinya berada di tengah kejadian tersebut dan merasakan tekanan yang sama seperti para karakter dalam serial.

 

 Baca Juga: Pengumuman Bagi Pejuang PTN! Pendaftaran UTBK SNBT 2025 Telah Dibuka, Ketahui Syarat dan jadwalnya

 

  1. Mendapatkan Rating Tinggi

Serial ini mendapatkan sambutan yang baik dari para kritikus hingga penonton. Dalam laman IMDb, serial Adolescence mendapat rating 8,4 dari 10, sama halnya dengan di Rotten Tomatoes, yang mendapatkan rating 98 persen dengan skor rata-rata 9,2 dari 10.

Serial ini tuai banyak pujian atas keberaniannya dalam mengeksplorasi isu sensitif dan keberhasilannya dalam menata cerita yang memiliki makna mendalam. DINDA

Editor : Imron Arlado
#Stephen Graham #imdb #kekerasan remaja #Serial Adolescence #maskulinitas #isu sosial #fakta menarik #harry potter #serial film #kriminal #Jack Thorne #netflix #rotten tomatoes #isu sensitif