Derasnya debit Sungai Wonodadi diduga jadi pemicu terputusnya badan jembatan antardusun tersebut.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.30. Ketika itu, wilayah Mojokerto tengah diguyur hujan deras sejak sore. Mendadak, konstruksi jembatan runtuh saat warga tengah berbuka puasa.
”Tidak ada korban, saat kejadian kondisi sedang sepi,” ujar Kapolsek Kutorejo AKP Agus Hariyanto, di lokasi.
Seluruh badan jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 4 meter yang melintang di atas Sungai Wonodari ambrol.
Sejumlah matererial jembatan tampak berada di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 5 meter dari permukaan jalan.
Praktis, mobilitas warga terhambat seiring terputusnya jembatan antardusun tersebut.
Akses menuju jembatan ini telah ditutup total. Warga memasang drum bekas di dua sisi jalan. Kepolisian juga telah memasang garis polisi di sekitar lokasi.
Diduga, derasnya debit Sungai Wonodadi disinyalir jadi pemicu terputusnya jembatan tersebut.
”Dugaan sementara seperti itu. Juga faktor usia, karena jembatan dibangun tahun 1970-an,” tandas Agus. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah