JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film Santet Segoro Pitu merupakan film horor yang menjadi perbincangan publik dan saat ini sudah tayang di Netflix pada Jumat (14/3/25).
Film ini sebelumnya sudah tayang terlebih dulu di bioskop pada 7 November 2024 lalu, dan saat ini sudah dapat ditonton dalam platform Netflix.
Santet Segoro Pitu merupakan film populer yang sangat disenangi masyarakat Indonesia, karena mengangkat tema tentang ilmu hitam dan santet dari kisah nyata.
Film ini disutradarai oleh Tommy Dewo, kemudian naskahnya ditulis oleh Betz Ilustration dan Riheam Junianti.
Film Santet Segoro Pitu mengisahkah Sucipto dan Marni bersama kedua anaknya yakni Ardi dan Syifa, anggota keluarga ini mengalami serangkaian kejadian yang janggal.
Awal mula keluarga mereka harmonis, damai, dan sejahtera, lalu keadaan berubah drastis ketika Sucipto secara mendadak muntah darah saat sedang makan. Kejadian tersebut terjadi karena penemuan bungkusan misterius dan suara menyeramkan.
Tidak hanya Sucipto, istrinya Marni juga mengalami sakit yang tak biasa dan terdapat benda misterius di dalam perutnya.
Kedua anaknya, Ardi dan Syifa merasa bahwa ada santet yang menyerang mereka yakni Santet Segoro Pitu.
Santet Segoro Pitu tersebut merupakan ilmu hitam dari Jawa yang dapat dihentikan dengan ritual menggunakan air dari tujuh pantai.
Hal yang Wajib Diketahui Film Santet Segoro Pitu
Terdapat hal-hal menarik dari film tersebut antara lain:
Cerita Terinspirasi dari Kisah Nyata
Santet Segoro Pitu merupakan film yang diadaptasi dari kisah nyata yang sempat viral di media sosial.
Kisah ini pertama kali mencuat pada 12 Januari 2024, ketika sebuah akun X (Twitter) bernama Betz Illustration membagikan sebuah thread yang menarik perhatian banyak orang.
Thread tersebut mengisahkan sebuah keluarga yang mengalami teror mistis akibat persaingan bisnis yang begitu sengit.
Dalam unggahannya, Betz Illustration merinci bagaimana keluarga tersebut menjadi korban Santet Segoro Pitu, sebuah ilmu hitam yang dikenal sebagai salah satu bentuk santet paling kuat dan mematikan.
Konon, santet ini memanfaatkan jin atau entitas gaib dari tujuh lautan yang terletak di seberang Pulau Jawa, menjadikannya kekuatan magis yang sulit ditangkal. Kisah penuh misteri ini akhirnya diangkat ke layar lebar, menambah daftar film horor Indonesia yang terinspirasi dari kejadian nyata.
Menggunakan Properti Bernuansa Mistis
Proses syuting film ini berlangsung di Jawa Tengah, tepatnya di Yogyakarta dan Magelang, dengan beberapa lokasi yang sesuai dengan latar kisah aslinya.
Untuk memperkuat nuansa horor, film ini juga menampilkan berbagai properti bernuansa mistis, salah satunya adalah tengkorak monyet asli.
Sutradara Tommy Dewo menegaskan bahwa tengkorak tersebut bukanlah tengkorak bayi manusia, melainkan digunakan semata-mata untuk menambah atmosfer mistis dan mendukung unsur estetika dalam film.
Dengan pendekatan ini, film berusaha menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan mencekam bagi penonton.
Menggunakan Bahasa Jawa
Film Santet Segoro Pitu merupakan cerita mistis Jawa maka bahasa yang digunakan didominasi bahasa Jawa meskipun tidak semua percakapan.
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para karakter apalagi mereka belum terbiasa dengan bahasa Jawa. TASYA
Editor : Imron Arlado