JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sutradara peraih Oscar, Bong Joon Ho, kembali menggebrak dunia perfilman dengan film terbarunya yang berjudul Mickey 17.
Film ini menjadi menjadi debut pertamanya di industri Hollywood setelah sebelumnya ia meraih kesuksesan global melalui Parasite (2019).
Parasite bukan hanya mencetak sejarah sebagai film Korea pertama yang memenangkan kategori Best Picture di Piala Oscar, tetapi juga mengantar Bong Joon Ho meraih penghargaan bergengsi sebagai Best Director.
Kini dengan Mickey 17, ia kembali dengan sebuah cerita fiksi ilmiah yang unik dan penuh makna.
Film Mickey 17 diadaptasi dari novel Mickey7 karya Edward Ashton dan dibintangi oleh aktor ternama Robert Pattinson. Film ini mengisahkah tentang Mickey Barnes, seorang “Expendable” atau pekerja yang dikloning untuk menjalankan misi berbahaya di planet asing.
Setiap kali Mickey meninggal dalam tugasnya, kesadarannya dipindahkan ke tubuh klon baru dengan ingatan yang tetap utuh.
Namun, ketika Mickey mulai mempertanyakan sistem ini dan menemukan bahwa kloningnya memiliki dampak yang lebih besar dari yang ia kira, ia harus berjuang untuk mempertahankan identitas dan eksistensinya.
Dalam wawancara eksklusif dengan Los Angeles Times pada 5 Maret 2025, Bong Joon Ho membagikan berbagai hal menarik tentang film terbarunya, Mickey 17. Ia mengungkapkan bahwa film ini mengeksplorasi tema identitas dan eksistensi melalui karakter utama yang diperankan oleh Robert Pattinson.
Bong Joon Ho juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam proses produksi, mengingat ini adalah proyek pertamanya di Hollywood.
Selain itu, ia mengaku terinspirasi oleh berbagai karya fiksi ilmiah klasik dan berharap Mickey 17 dapat menghadirkan sudut pandang baru dalam genre tersebut.
Bong Joon Ho juga berbagi pengalamannya bekerja dengan aktor Hollywood seperti Robert Pattinson, yang menurutnya memberikan wawasan baru dalam proses penyutradaraan.
Ia mengapresiasi dedikasi Pattinson serta kemampuannya dalam menampilkan kedalaman emosional yang kompleks sesuai dengan tuntutan peran.
Dari segi visual, Bong menggandeng sinematografer Darius Khondji, yang sebelumnya terlibat dalam Okja (2017).
Ia menjelaskan bahwa dunia dalam Mickey 17 akan memiliki tampilan yang khas, dengan elemen visual yang menciptakan nuansa sci-fi yang lebih personal dan filosofis dibandingkan film fiksi ilmiah pada umumnya.
Selain itu, Bong menegaskan bahwa Mickey 17 bukan sekedar film sci-fi biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang identitas, kehidupan, dan arti keberadaan manusia di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Tanggapan dan Rating Film Mickey 17
Sejak dirilis pada 7 Maret 2025, Mickey 17 mendapat beragam reaksi dari kritikus dan penonton. Secara umum. Film ini mendapat apresiasi atas gaya penyutradaraan Bong yang khas.
Di situs IMDb, film ini memperoleh rating 7.2/10, yang menandakan penerimaan yang cukup positif namun tidak sefenomenal karya-karya Bong sebelumnya.
Beragam ulasan didapat dari forum diskusi pada platform seperti Reddit menunjukkan bahwa Sebagian penonton merasa rating 7.2 mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas film tersebut.
Ada yang berkomentar bahwa meskipun filmya dapat dinikmati, perpaduan antara elemen konyol dan suram tidak sepenuhnya berhasil. Di sisi lain ada yang menambahkan bahwa film ini mungkin tidak mudah dicerna karena mengandung unsur satir politik yang mungkin mempengaruhi penilaian.
Selain itu. Mickey 17 mendapat rating R dari Motion Picture Association (MPA) karena mengandung adegan kekerasan, penggunaan bahasa kasar, serta unsur-unsur dewasa yang mungkin tidak cocok untuk semua kalangan.
Babak Baru dalam Karier Bong Joon Ho
Dengan Mickey 17, Bong Joon Ho membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang sutradara berbakat dari Korea Selatan, tetapi juga mampu bersaing di industri perfilman Hollywood.
Film ini menjadi bukti bahwa ia tetap mempertahankan ciri khasnya, meskipun kali ini berhadapan dengan pasar global yang lebih luas dan tentunya dengan ekspektasi yang lebih tinggi.
Meskipun tidak semua penonton berpendapat bahwa film ini tidak sefenomenal Parasite, Mickey 17 tetap menjadi karya yang erani dan menarik dalam genre fiksi ilmiah. Dengan eksplorasi tema yang kompleks, film ini bisa menjadi salah satu film yang terus diperbincangkan dalam beberapa tahun ke depan. NESTYA
Editor : Imron Arlado