JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Selain menahan lapar dan dahaga, ibadah puasa merupakan ibadah yang penuh dengan pahala.
Puasa ramadhan 2025 resmi dimulai pada tanggal 1 Maret, selain mempersiapkan kebutuhan ibadah puasa, niat puasa serta doa berbuka tidak boleh dilupakan agar puasa lancar dan mendapat pahala ibadahnya.
Niat puasa merupakan hal yang penting dan tidak boleh terlewat saat ingin berpuasa, saat niat puasa tidak hanya diucapkan tetapi juga diniatkan dari hati dengan sungguh-sungguh berpuasa karena Allah SWT.
Apabila tidak membaca niat berpuasa karena lupa ataupun disengaja, maka puasa yang dilakukan tidak sah atau batal. Karena itu, membaca niat puasa sangat penting dan paling utama sebelum berpuasa.
Wajib Niat Puasa Sebelum Fajar
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membaca niat secara lisan maupun dalam hati pada malam hari pada saat hendak tidur. Hal ini untuk mengantisipasi agar puasa tetap sah meskipun tidak membaca niat saat sahur.
Riwayat ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
مَنْ لَمْ يُجِيْعَ الصِّيامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فلاَ صِيَامَ لَهُ
Artinya : “Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud).
Berdasarkan hadis di atas, Rasulullah menganjurkan orang yang akan berpuasa hendaknya niat puasa sebelum terbit fajar.
Baca Juga: Mandi Besar Sebelum Puasa Ramadhan, Begini Hukum dan Tata Caranya
Bacaan Niat Puasa dan Doa Berbuka Puasa Ramadhan
Sebagaimana diketahui, bahwa niat puasa sebelum melaksanakan puasa Ramadhan adalah wajib. Membaca niat puasa Ramadhan biasanya dilakukan setelah salat tarawih, sebelum tidur atau sesudah sahur.
Niat Puasa Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin : Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya : “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Doa Berbuka Puasa Ramadhan
Setelah ibadah puasa menahan lapar dan dahaga selama terbit fajar hingga terbenamnya matahari, umat Islam dianjurkan untuk menyegerakan berbuka saat waktu azan Maghrib tiba dengan membaca doa :
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin : Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu, Birahmatika yaa arhamar roohimin.
Artinya : “Ya Allah, untukmu aku berpuasa dan kepadamu aku beriman, dengan rezekimu aku berbuka. Dengan rahmatmu wahai yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
Pada riwayat lain terdapat doa yang dianjurkan Rasulullah SAW sebagai berikut :
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin : Dzahabatdhoma'u wabtalatil 'uruqu watsabatal ajru insya Allah
Artinya : “Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan telah mendapat pahala, insyaAllah” (HR. Abu Dawud).
Pada saat berbuka, Rasulullah menganjurkan untu berbuka dengan makanan manis terlebih dahulu seperti kurma tiga biji dan air putih. Kemudian, setelah melaksanakan salat Maghrib baru menyantap makanan berat. IZZAH
Editor : Imron Arlado