Banjir ini merupakan yang ketiga kalinya selama musim penghujan sejak Desember tahun lalu.
Pantauan di lokasi, kondisi banjir merendam perkampungan warga dan area pertanian. Halaman Balai Desa Tempuran yang langganan terdampak banjir tak luput dari genangan. Begitu pula gedung SDN Tempuran serta TKN Pembina II Sooko di seberangnya.
Di Dusun Bekucuk yang berada di sebelah barat kampung, banjir bahkan merendam badan jalan dan area perumahan.
BPBD mencatat sebanyak 37 rumah di Dusun Bekucuk terendam banjir. Sedangkan di Dusun Tempuran, banjir menerjang 5 rumah warga.
"Pada pukul 10 pagi ini tren air naik perlahan," ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, Jumat.
Menurutnya, banjir terjadi sejak Kamis (27/2) sekitar pukul 23.00. Curah hujan tinggi di wilayah Mojokerto dan Jombang menyebabkan aliran sungai afvoer Jombok meluap.
"Klep irigasi persawahan yang tidak berfungsi juga jadi penyebab banjir," imbuhnya.
Khakim merinci, kondisi banjir di rumah mencapai 10-20 cm. Sementara itu, di fasilitas umum ketinggiannya sekitar 15-30 cm.
Kondisi lebih parah terjadi di Dusun Bekucuk yang mencapai 70 cm pada badan jalan. Selain menerjang permukiman, banjir juga merendam 45 hektare ladang padi dan 20 ladang tebu.
"Tim BPBD bersama pihak terkait melakukan pemantauan dan monitoring di lokasi," tandas Khakim.
Sebelumnya, banjir merendam Desa Tempuran dan Ngingasrembyong pada awal Desember 2024.B anjir selama sepekan pada awal musim hujan itu menerjang ribuan rumah warga.
Setelahnya, pada Januari lalu, banjir kembali datang. Rumah, fasilitas umum, serta persawahan dikepung banjir. (adi)
Editor : Fendy Hermansyah