JAWA POS RADAR MOJOKERTO –Sosok Bu Salsa, sedang ramai dibicarakan di berbagai media sosial akibat video nya yang telah viral, kini membuat video permintaan maaf.
Setelah video aksi jogetnya viral, ia harus rela kehilangan mimpinya untuk menjadi pegawai PPPK. Sanksi sosial juga ia dapatkan dimana ia sekarang mendapat komentar dari netizen.
Pernyataan maafnya yang diunggah di akun Tiktok nya pada 26 Februari 2025, ia mengaku bahwa ia menjadi korban penipuan dari sang kekasih yang dikenal nya melalui media sosial. Ia juga mengaku bahwa telah di iming-iming hadiah mobil jika mau mengirim video tersebut.
Bu Salsa menceritakan bahwa ia mengenal kekasih online nya sejak November 2024 melalui media sosial.
Sang kekasih mengaku bahwa hanya bisa berkomunikasi melalui instagram dengan alasan keamanan. Ia juga mengaku sebagai pengusaha kaya raya di Kalimantan.
Setelah videonya viral, Bu Salsa membuat video permintaan maaf yang disampaikan melalui media sosial.
Dalam video tersebut,terdapat seorang wanita yang duduk menghadap kamera menggunakan baju biru dan kerudung krem.
Berikut isi video perminta maafan dari Bu Salsa:
”Sebelumnya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan video ini saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan atas kasus saya.”
”Saya tidak akan menyebutkan instansi manapun dalam video ini untuk kebaikan bersama.”
”Saya merasa bersalah dan sangat menyesal dengan kejadian ini. Hal ini bermula karena saya telah tertipu oleh seseorang di media sosial, dan chat pribadi saya ke penipu di sebarkan dan dijual belikan saya tidak bisa mengontrol hal itu.”
”Sebelum kasus itu beredar luas, dengan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun, saya mengundurkan diri sebagai guru bantu dan bukan lagi bagian dari instansi manapun sejak tanggal 7 Februari 2025.”
”Sebelumnya saya seorang mahasiswa pertengahan yang mencoba mencari pengalaman dan pengembangan pengetahuan saya dengan mengajar. Kelalaian dan kehilafan ini murni kesalahan saya tanpa sepengetahuan dan campur tangan dengan orang terdekat saya.”
”Yang jelas tidak ada orang sekitar saya yang akan membiarkan ini bisa terjadi. Ini murni kebodohan saya, ini pelajaran berharga bagi saya dan saya sangat jauh dari cerminan seorang guru.”
”Semoga menjadi pembelajaran bagi teman-teman untuk lebih berwaspada terhadap berbagai modus penipuan di media sosial, cukuplah kejadian ini berhenti kepada saya.”
”Kemudian saya minta tolong dan saya memohon jangan menyerang keluarga dan teman-teman saya dan instansi yang ada kaitannya dengan saya sebelumnya.”
”Saya akan bertanggung jawab hal ini secara pribadi, saya juga menegaskan akun Tiktok dan IG saya hanya satu ini saja, yang lain adalah akun palsu yang memanfaatkan kejadian ini.”
” Saya hanya ingin kehidupan saya terus berlanjut berusaha jadi pribadi yang lebih baik dan menjalani keseharian saya dengan normal kembali.”
”Terima kasih atas keluarga dan teman-teman yang sampai detik ini masih menguatkan saya, sekali lagi mohon maaf dan terimakasih atas perhatiannya.”AINI
Editor : Imron Arlado