JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Peresmian Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di The Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025).
Ia mengungkapkan proses persiapannya memakan waktu lebih dari empat tahun.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk menahan emas hasil tambang tetap di Indonesia agar tidak keluar ke pasar luar negeri, serta meningkatkan investasi emas dalam negeri.
Dengan harapan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang ini hari Rabu 26 Februari 2025, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia," kata Presiden
Bank Emas ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia, yang merupakan negara dengan cadangan emas terbesar keenam di dunia.
Pengelolaan emas di Bank Emas akan dilakukan dengan standar ketat. Emas yang diperjualbelikan harus dalam bentuk batangan atau lempengan, bukan koin, serta memiliki kadar Aurum (Au) minimal 99,9 persen sesuai standar SNI atau internasional.
Lembaga keuangan seperti Pegadaian dapat memanfaatkan emas nasabah untuk pembiayaan maupun perdagangan emas.
Dampak Adanya Bank Emas bagi Indonesia
Presiden Prabowo menyatakan bahwa Bank Emas berpotensi menambah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga Rp245 triliun.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa Bank Emas berpotensi dapat membuka 1,8 juta peluang kerja baru bagi masyarakat.
Selain itu, keberadaannya turut mendukung agenda hilirisasi yang menjadi prioritas dalam Asta Cita Kabinet Merah Putih.
Bank emas juga dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan cadangan devisa negara.
Dengan menyimpan emas dalam bentuk fisik di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai mata uang asing dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
Pengelolaan emas di dalam negeri membantu Indonesia menambah pemasukan negara. Langkah ini selaras dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk ekspor.FITRI
Editor : Imron Arlado