JAWA POS RADAR MOJOKERTO. – Afiff telah dipercayai menjadi bintang utama dari film Samawa karya sineas Ganank Dera. Samawa yang akan tayang pada 27 Februari, Afif memerankan Yura Anindya yang telah dinikahi Andi Wijaya
Tapi pernikahan ini tidak yang dipikirkan orang-orang, yang pernikahan itu di dalamnya ada kasih sayang tapi lantaran pernikahan ini diwarnai dengan kekerasan di dalam rumah tangganya alias KDRT.
Menariknya yaitu, pernikahan tersebut memakai adat jawa, yang memandang pernikahan itu sebagai sesuatu yang sakral. Karena itu harus mempertahankan dengan penuh kewajiban, apapun yang telah terjadi. Berikut fakta fakta menarik Samawa.
- Yura yang Sangat Jawa
Afiff pun dipilih dengan alasan yang sangat kuat. Dalam naskah tersebut, karakter Yura sudah digambarkan dibesarkan dari keluarga yang sangat Jawa banget.
‘Samawa yang sering diucapkan dalam kondangan pernikahan. Cukup mudah untuk diucapkan, Namun prakteknya tidak semudah yang diucapkan. Yura yang menjadi pusat perhatian, pas dengan Badriyah Afiff. Dia terbukti, ia membawakan tokoh ini dengan bagus,” Ganank Dera mengulas.
- Ini Alasan Alekzander Wlan Dipilih Menjadi Pemeran Utama.
Netizen sangat terkejut saat Alexzander Wlan terpilih menjadi sang pemeran utama pria di dalam film Samawa ini. Tentu saja netizen pada kebingungan karena sang aktor dianggap terlalu tampan dan kelihatan dari wajahnya Alex orang baik untuk peran tersebut.
Karena itu Ganank Dera menantang AlexzanDer Wlan untuk membuktikan bahwa dirinya bisa mengasah dirinya untuk berakting untuk peran yang telah didapatkannya.
- KDRT Seseram Film Horor
Badriyah Afiff mengalah demi Yura mendengar dan menggali kesaksian korban seraya mencermati peningkatan kondisi psikis setelah mengalami KDRT. “ Aku sudah mendengar cerita dan melihat korban yang terkena KDRT bagaimana kondisi psikisnya. Kondisi perilaku kedepannya seperti apa ( setelah mengalami)
Baca Juga: Warga Mendapat Bantuan Selimut
Pertimbangan yang tidak terlalu sulit. Masuk ke karakter Yura yang lumayan sulit untuk dimainkan. Bagaimanapun pada karakter Yura harus membutuhkan waktu yang agak banyak. Setelah syuting Badriyah Afiff berkata “ Lebih horor KDRT daripada film horor jujur,” Akhir dari Badriyah Afiff.
- Tidak Mau Mempertimbangkan Korban KDRT.
Alexzander wlan mempertimbangkan soal tentang bagaimana KDRT terjadi dan kenapa tega melakukannya. Apa faktor yang melatarbelakangi dan seluk beluknya.
“ Takutnya saya campur dengan yang saya pertimbangkan, malah saya yang merasa kasihan kepada lawan main. Ini membuat saya kurang puas dalam akting tersebut, karena di sini saya benar-benar intens. Marah dan memukul. “ Alexzander Wlan Berbagai perspektif.
Editor : Imron Arlado