JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Baru-baru ini seorang guru SD di Jember bernama Salsa viral di media sosial, karena video yang tidak pantas berdurasi 5 menit yang membuat warganet penasaran dengan sosok guru tersebut.
Video viral tersebut menayangkan hal-hal sensitif yang dimiliki perempuan, dengan menggunakan baju guru.
Tersebarnya video tidak berakhlak tersebut, menyebabkan Salsa menjadi perbincangan hangat hingga trending di platform X, dan namanya dengan sekejap melambung serta ramai.
Tidak hanya di X perbincangan ini semakin memanas di platform TikTok, dan grup WhatsApp. Hal semacam ini dengan mudah tersebar dan viral karena orang akan penasaran ingin tahu, apalagi sosok Bu Guru Salsa yang aktif di media sosial.
Sebelumnya, Guru Salsa ini aktif sebagai konten kreator di platform TikTok dengan akun bernama @sissalsaa serta mempunyai pengikut lebih dari 200.000.
Konten yang disuguhkan Guru ini kebanyakan tentang aktivitas kesehariannya dan interaksi dengan siswa-siswanya.
Hal ini memicu warganet penasaran dengan identitas dari Guru Salsa, lalu siapakah sosok Guru Salsa ini.
Profil Guru Salsa
Memiliki nama lengkap Salsabila Rahma, kerap dipanggil caca, ia merupakan seorang guru SD asal Jember, Jawa Timur.
Kontennya tentang mengajar dengan cara pendekatan yang unik dan kreatif membuatnya terkenal di TikTok. Salsa menggabungkan metode edukatif dan hiburan ketika mengajar untuk menarik perhatian siswa.
Hal ini menjadi salah satu pemicu Guru Salsa memiliki banyak pengikut di TikTok, meskipun demikian para netizen juga memberikan komentar negatif karena pakaian yang digunakan terlalu ketat menunjukkan lekuk tubuhnya.
Lalu, tak jarang Guru Salsa Joget di akunnya tersebut, yang menyebabkan warganet mencai-cari video-video kontennya.
Bu Guru Salsa lulus di SMA Muhammadiyah 1 Jember, kemudian kuliah di Universitas Jember, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, jurusan Sosioliogi
Kasus ini menjadi sorotan utama bagi berbagai kalangan, mengingat erat kaitannya dengan etika serta moralitas tenaga pendidik di tengah perkembangan era digital.
Masyarakat menaruh harapan besar agar kejadian ini tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga pelajaran berharga bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.
Dengan adanya refleksi dan tindakan yang tepat, diharapkan kualitas pendidikan dapat terus terjaga, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, profesional, dan bermartabat bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. TASYA
Editor : Imron Arlado