Banjir akibat luberan Kali Lamong di perbatasan Mojokerto-Gresik itu terjadi di Dusun Brak, Desa Talunblandong, dan Dusun Klanting, Desa Pulorejo. Di Dusun Brak air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 20.00.
Kian malam, debit air terus naik. "Ada 45 rumah lebih yang terdampak," kata Warsito, salah seorang warga dihubungi pukul 22.00.
Ketinggian air yang merendam rumah sudah setinggi lutut orang dewasa. Kondisi ini memaksa warga mengungsi. Mereka juga mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Terjangan banjir mendorong petugas polisi dan TNI turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Mereka membantu memindah barang dan mengevakuasi warga.
Petugas dan warga juga menggendong penghuni lansia dari rumah yang terendam ke tempat yang tak terdampak banjir.
Dusun Talunbrak merupakan kampung paling barat yang dilintasi aliran Kali Lamong. Wilayah tersebut langganan banjir setiap musim hujan.
Luapan sungai juga merendam tempat tinggal di sekitar Jembatan Dusun Klanting, Desa Pulorejo.
"Tadi sekitar jam 8 malam baru jembatan yang terendam, sekarang jam 10 sudah sekitar 6 rumah yang kebanjiran," kata Edi, warga setempat. Banjir langganan ini memaksa warga kembali mengungsi.
Debit air Kali Lamong terpantau mengalami peningkatan sejak petang. Hujan deras yang mengguyur dari siang memicu naiknya ketinggian sungai. (adi)
Editor : Fendy Hermansyah