Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Puting Beliung hingga Tanah Longsor Masih Hantui Mojokerto hingga 28 Februari, Ini Imbauan BMKG

Imron Arlado • Selasa, 18 Februari 2025 | 03:07 WIB
Pohon tumbang terjadi di Mojokerto beberapa waktu lalu.
Pohon tumbang terjadi di Mojokerto beberapa waktu lalu.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bencana berupa hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es masih menghantui warga Mojokerto dan sejumlah wilayah di Jawa Timur pada 17 hingga 28 Februari 2025.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Kelas I Juanda Sidoarjo memprediksi, wilayah yang berpotensi dilanda musibah itu yakni Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan.

TERDAMPAK: Pohon tumbang di halaman SMPN 3 Mojokerto akibat diterpa angin kencang pada Minggu (9/2). Pohon yang roboh sudah dilakukan evakuasi dan pembersihan, kemarin (10/2).
TERDAMPAK: Pohon tumbang di halaman SMPN 3 Mojokerto akibat diterpa angin kencang pada Minggu (9/2). Pohon yang roboh sudah dilakukan evakuasi dan pembersihan, kemarin (10/2).

Lalu Kabupaten  dan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten  Nganjuk, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten  dan Kota Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Jombang.

Wilayah lainnya yakni Kabupaten  dan Kota Kediri, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Banyuwangi, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Magetan, Pacitan, Tuban, Tulungagung, Bondowoso, Jember, serta Lumajang.

BMKG menegaskan, saat ini Jawa Timur berada pada musim hujan dan beberapa wilayah berada pada puncak musim hujan.

’’Masih aktifnya Monsun Asia, serta adanya fenomena gelombang atmosfer secara spasial yakni Kelvin, serta didukung kondisi atmosfer yang labil sehingga mendukung proses konvektif pada skala lokal di Jawa Timur, kondisi ini mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jawa Timur,’’ tegas Kepala BMKG Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan.

Selain itu, kata Taufiq, peningkatan kecepatan angin masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Timur akibat adanya pola siklonik di wilayah Sulawesi hingga tanggal 20 Februari mendatang.

 

 

Kondisi angin saat ini di wilayah Jawa Timur bertiup dari arah Barat daya hingga Barat laut dengan kecepatan hingga mencapai 30 knot (54 km/jam). Peningkatan kecepatan angin juga berdampak terhadap peningkatan ketinggian gelombang di perairan Jawa Timur.

Ia mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Baca Juga: Kim Sae Ron Meninggal Dunia di Usia 24 Tahun dan Diisukan Bunuh Diri, Ini Film yang Dibintangi dan Melegenda

Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca. (ron)

 

Editor : Imron Arlado
#puncak musim hujan #kabupaten mojokerto #ngawi #Kabupaten Sudoarjo #tanah longsor #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #kabupaten bojonegoro #hujan es #lamongan #Kota Mojokerto #kota surabaya #gresik #Kabupaten Jombang #Jawa Timur #kabupaten madiun #puting beliung