Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ibu Dua Anak Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta Api di Mojokerto

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 14 Februari 2025 | 19:44 WIB

TRAGIS: Petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban di sekitar rel KA, Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/2) pagi. 
TRAGIS: Petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban di sekitar rel KA, Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/2) pagi. 
SOOKO - Seorang ibu muda tewas usai menabrakkan diri ke kereta api (KA) di Dusun Kedawang, Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/2) pagi. Tubuh korban terpental sejauh 25 meter usai terhantam KA Dhoho jurusan Surabaya-Blitar.

Korban diketahui berinisial NA, 31, warga Kecamatan Sooko. Dia meninggalkan dua putra, yang pertama duduk di bangku sekolah dasar, dan si bungsu masih berusia 2,5 tahun.

Korban sempat dicari suaminya karena meninggalkan rumahnya sejak pukul 03.30. Ia mengendarai motor Yamaha Aerox merah nopol S 5185 V seorang diri.

"Sekitar pukul 07.00 suami korban mendengar ada orang bunuh diri di rel KA Desa Karangkedawang, dan setelah didatangi dipastikan yang meninggal adalah istrinya" kata Kapolsek Sooko AKP Syaiful Isro.

TRAGIS: Petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban di sekitar rel KA, Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/2) pagi. 
TRAGIS: Petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban di sekitar rel KA, Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (14/2) pagi. 

Jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Syaiful menyatakan korban tewas seketika setelah menabrakkan diri ke KA Dhoho yang melaju dari timur sekitar pukul 05.40.

Tubuh korban terpental sejauh kurang lebih 25 meter hingga terjatuh di saluran drainase sebelah rel.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri lantaran mengalami depresi.

"Perbuatan tersebut diduga karena depresi yang dialami korban sejak 3 bulan yang lalu," tandasnya. (adi)

Editor : Fendy Hermansyah
#tabrak #kereta api #ibu #sooko #mojokerto