Korban diketahui berinisial NA, 31, warga Kecamatan Sooko. Dia meninggalkan dua putra, yang pertama duduk di bangku sekolah dasar, dan si bungsu masih berusia 2,5 tahun.
Korban sempat dicari suaminya karena meninggalkan rumahnya sejak pukul 03.30. Ia mengendarai motor Yamaha Aerox merah nopol S 5185 V seorang diri.
"Sekitar pukul 07.00 suami korban mendengar ada orang bunuh diri di rel KA Desa Karangkedawang, dan setelah didatangi dipastikan yang meninggal adalah istrinya" kata Kapolsek Sooko AKP Syaiful Isro.
Jasad korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
Syaiful menyatakan korban tewas seketika setelah menabrakkan diri ke KA Dhoho yang melaju dari timur sekitar pukul 05.40.
Tubuh korban terpental sejauh kurang lebih 25 meter hingga terjatuh di saluran drainase sebelah rel.
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diduga nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri lantaran mengalami depresi.
"Perbuatan tersebut diduga karena depresi yang dialami korban sejak 3 bulan yang lalu," tandasnya. (adi)
Editor : Fendy Hermansyah