KABUPATEN - Sedikitnya sembilan bangunan rumah dan taman pendidikan Alquran di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Mojokerto, rusak disapu angin kencang, Sabtu (8/2) malam. Empasan angin juga menyebabkan empat pohon besar tumbang.
Berdasarkan catatan BPBD, dampak angin kencang paling parah terjadi di Kecamatan Kemlagi. Lima rumah warga Desa Mojowono rusak setelah disapu angin sekitar pukul 18.00. Kerusakan yang dialami dari tingkat ringan sampai sedang.
Pada saat bersamaan, terjangan angin juga merontokkan atap TPQ Mahabatthul Quran dan rumah di Desa Kemlagi.
"Satu rumah di Dusun Kajangan, Desa Mojokusumo, rusak berat pada bagian atap kamar tidur karena terempas angin kencang," imbuh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim, Minggu (9/2).
Angin ribut yang terjadi malam itu juga menumbangkan dua pohon jati di jalan penghubung Kemlagi-Dawarblandong. Batang pohon sempat menutup akses menuju Lamongan.
Sementara itu, di Kecamatan Gedeg, terjangan angin mengakibatkan pohon besar ambruk menimpa rumah warga Dusun Tumpak, Desa Sidoharjo.
Khakim menyatakan pohon beringin berlingkar 1,5 meter yang tumbuh di punden itu sudah dievakuasi pada Minggu pagi. Tumbangnya pohon mengakibatkan rumah milik Pini rusak parah lantaran separo atapnya jebol.
"Hari ini kami juga mengevakuasi pohon mangga ukuran besar yang tumbang menutup jalan Desa Parengan, Jetis," tandas Khakim.
Hingga kini seluruh pohon yang tumbang telah terevakuasi. BPBD juga menyerahkan bantuan terpal kepala pemilik rumah yang diterjang angin kencang.
"Kami mengimbau masyarakat tetap warpada karena potensi angin kencang masih terjadi," imbuhnya. (adi)
Editor : Imron Arlado