KOTA - Sejumlah wali murid dan keluarga siswa mendatangi SMPN 7 Mojokerto di Jalan Karyawan, Nomor 4, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (28/1).
Kedatangan mereka untuk mencari tahu kabar anak dan anggota keluarganya akibat musibah tenggelamnya belasan siswa di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, pagi tadi.
Bahkan, salah satu dari orang tua siswa nampak histeris lantaran belum mendapatkan kepastian terkait kabar sang buah hatinya.
"Soalnya ayahnya tadi telepon katanya katut (ikut terseret ombak, Red)," ungkap wali murid siswa kelas VII E ini.
Karena itu, dia mendatangi sekolah untuk mencari tahu kabar tentang anaknya. Namun, dia hanya bisa pasrah dan menangis karena belum mendapatkan informasi yang valid terkait kondisi putranya.
"Soalnya yang satu (korban) informasinya belum ditemukan," tandas ibu siswa yang bernama Malvin ini.
Anggota keluarga siswa lainnya juga silih berganti mendatangi SMPN 7 Mojokerto. Purin, 60, paman dari salah satu siswa juga mencari tahu kabar keponakan laki-lakinya.
Namun, dia terpaksa memutar balik sepeda anginnya lantaran kondisi gerbang sekolah yang masih tertutup.
"Anaknya awalnya nggak mau ikut, tapi saya kasih uang (saku) biar ikut," tandas warga Lingkungan Sidomulyo Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon ini.
Hingga saat ini, dia juga mengaku belum mendapat informasi resmi dari pihak sekolah maupun Dikbud Kota Mojokerto. (ram)
Editor : Fendy Hermansyah