JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Film horor Sebelum 7 Hari yang baru-baru ini tayang garapan sutradara Awi Suryadi mendapat sambutan hangat dari pecinta film horor Indonesia.
Pasalnya film Sebelum 7 Hari ini diadaptasi dari film pendek yang populer di YouTube pada tahun 2020 lalu dengan judul yang sama. Film pendek yang tayang pada 31 Oktober 2020 telah ditonton sebanyak 1,9 juta penonton.
Film yang diadaptasi dari film pendek ini menceritakan peristiwa horor yang dialami oleh keluarga Tari setelah Anggun, ibunya meninggal dunia.
Ternyata Anggun dikutuk tidak dapat dikuburkan sampai hari Kamis Kliwon. Serangkaian gangguan mistis menghantui keluarga Tari
Selain cerita yang menarik, film ini dibintangi oleh Fanny Ghassani yang kembali berakting setelah 14 tahun vakum.
Fanny berperan sebagai Anggun yang menghantui anak cucunya dan beradu akting dengan Agla Artalidia, Anantya Kirana dan Sultan Hamanangan.
Film berdurasi 107 menit ini tidak hanya menyuguhkan genre horor tetapi juga menampilkan scene yang menegangkan.
Jadwal Tayang Film Sebelum 7 Hari
Film Sebelum 7 Hari telah tayang perdana pada 23 Januari 2025 hingga saat ini. Selama empat hari penayangan, film ini berhasil meraup 195.410 penonton. Kabar tersebut tertera dalam postingan terbaru Instagram film Sebelum 7 Hari.
“Hari ke-4 tayang 195.410 orang sudah menjadi tumbal keluarga Anggun di bioskop! Apakah kamu salah satu di antaranya?” tulis caption postingan tersebut.
Harga Tiket Film Sebelum 7 Hari
Film Sebelum 7 Hari mulai tayang pada 23 januari 2025 di seluruh bioskop Indonesia. Film ini dapat dinikmati dengan merogoh kocek Rp 25 ribu sampai Rp 55 ribu tergantung bioskopnya.
Untuk wilayah Mojokerto, film ini dapat dinikmati di CGV Sunrise Mall dengan keterangan harga:
- Hari Senin sampai Kamis harga tiket Rp 40.000
- Hari Jum’at harga tiket Rp 45.000
- Hari Sabtu dan Minggu harga tiket Rp 50.000
- Hari besar atau tanggal merah harga tiket naik menjadi Rp 50.000 meskipun weekdays
Film Sebelum 7 Hari ini dapat menjadi tontonan menarik bagi pecinta film horor yang suka dengan cerita mistis dan misteri. NAILI
Editor : Imron Arlado