Aksi protes warga ini lantaran kesal jalan yang alami rusak parah dan berlumpur ini sudah puluhan tahun tak diperbaiki.
Dari pantauan di lokasi, memanfaatkan cangkul dan peralatan seadanya warga menanam pohon pisang di jalan raya berstatus kabupaten ini sebagai bentuk kritikan atas kondisi jalan raya yang berlubang dan layaknya kubangan galian c.
Aksi ini untuk mendorong pemerintah tidak tutup mata agar memperbaiki jalan yang rusak tersebut.
''Masak jalan puluhan tahun rusak parah tidak pernah jadi perhatian, tidak pernah diperbaiki,'' ungkap warga sembari menanam pisang.
Aksi tanam pohon pisang di jalan raya ini menarik perhatian pengendara yang melintas. Beberapa mereka pilih berhenti dan mengabadikan momen tersebut dan membagikan di media sosial. Aksi ini akibat kekesalan warga yang memuncak. Sebab jalan ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat.
Apalagi kerusakan yang terjadi tidak sekadar lubang-lubang menganga layaknya galian c, jalan poros antardesa itu juga layaknya lumpur saat musim hujan. Sehingga menyulitkan pengendara melintas. Bahkan beberapa pengendara sepeda motor kerap terjatuh karena terpeleset, utamanya saat malam hari.
''Warga sering menyampaikan keluhannya, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Kami terpaksa melakukan ini agar tidak sampai mencelakakan pengendara lagi, agar jadi perhatian,'' ungkap Sokip warga lain.
Menurutnya, jalan tersebut sebenarnya akses utama bagi masyarakat jika hendak keluar desa. Baik akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan ataupun kerja ke pabrik. Sehingga kerusakannya sangat menggangu.
''Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga pada ekonomi masyarakat,'' sesalnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan memperbaiki jalan ini. ''Kami hanya ingin jalan yang layak agar aktivitas kami tidak terganggu,'' tambah Payadi, warga lainnya.
Aksi tanam pohon pisang ini menjadi simbol keprihatinan warga atas kondisi infrastruktur di daerah tersebut. Semoga pemerintah segera merespons aspirasi masyarakat dan mengutamakan kebutuhan dasar warga yang terdampak. (ori)
Editor : Fendy Hermansyah