Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 ini dialami truk gandeng nopol AG 8390 AK yang disopiri Frendy Agung Saktiawan, 36, asal Kabupaten Kediri.
Truk muatan penuh pakan ternak ini mengaspal dari Kediri menuju Mojosari.
Peristiwa berawal ketika Frendy mendapati dua pemotor melaju beriringan di depannya dari arah Mojokerto.
Dia lantas berusaha menghindari lantaran jarak antara truk dan motor yang terlalu dekat.
"Tadi mau hindari sepeda motor, jalan searah dari Mojokerto, tapi nggak nutut. Langsung banting setir ke kanan," terang Frendy.
Walhasil, truk gandeng menghantam median jalan di tengah jalur nasional tersebut. Kerasnya benturan membuat badan truk terpelanting dan terguling ke bahu kiri jalan.
Sedangkan gandengan truk melintang di lajur kanan. "Setelah nabrak pembatas itu setirnya mengunci, nggak bisa dikendalikan sampai terguling," ungkapnya.
Untungnya, saat kejadian ruas Mojokerto - Mojosari sedang lengang. Sehingga kecelakaan tunggal ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
"Alhamdulillah (saya) nggak apa-apa. Jalannya tadi masih gelap," tandas Frendy.
Petugas kepolisian di lokasi langsung melakukan penanganan. Termasuk mengatur arus lalu lintas.
Evakuasi badan truk yang terguling melibatkan satu ekskavator dan mobil derek.
Selama evakuasi, arus lalu lintas di jalan nasional sempat tersendat. Petugas menerapkan contraflow di jalur Mojosari - Mojokerto untuk mengurai kemacetan.
Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo Harahap memastikan, peristowa ini tidak memakan korban dan hanya menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Menurutnya, kecelakaan tunggal ini diduga dipicu kelalaian sopir saat berkendara.
"Diduga sopir truk kurang hati-hati saat mengemudi sehingga tidak bisa mengantisipasi kondisi lalu lintas di depannya," jelasnya.
Kondisi lalu lintas berangsur normal seiring rampungnya proses evakuasi badan truk. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah