Adalah Aipda Maryudi, anggota kepolisian yang sehari-hari berdinas di Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto. Kini, rumahnya dalam kondisi hancur. Bagian atap dari depan hingga belakang luluh lantak.
Bangunan rumah bagian belakang terlihat ambruk terkena ledakan. Terkait sumber ledakan hingga kini belum diketahui pasti.
Anggota kepolisian dari Polres Mojokerto tampak tengah mengamankan lokasi kejadian. Garis polisi telah terpasang mengelilingi rumah tersebut.
Tim Inafis Polres Mojokerto juga tengah melakukan pemeriksaan di lokasi. Mereka juga menggelar olah tempat kejadian perkara.
Selain rumah Aipda Maryudi, ledakan juga berimbas terhadap tiga rumah di sekitarnya. Kondisinya tak jauh beda. Luluh lantak pada bagian atap.
Tersiar kabar dari warga, ledakan bersumber dari tabung elpiji yang bocor kemudian meledak. Itu diperkuat keberadaan tabung elpiji melon ukuran 3 kilogram yang tergeletak di luar rumah bagian belakang. "Ada yang bilang karena elpiji meledak," ujar Rahman, warga sekitar.
Akibat kejadian itu dikabarkan dua korban tewas berasal dari penghuni rumah. Yakni seorang perempuan dan anak kecil. Diduga keduanya adalah anggota keluarga dari Aipda Maryudi.
Kejadian ledakan yang mengakibatkan rumah Aipda Waryudi dan tiga rumah lainnya itu diperkirakan terjadi Senin (13/1/2024) sekira pukul 09.00 WIB. Lokasi berada di Lingkungan Sumolawang Kidul RT 01/RW 02, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah