JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Erick Thohir memecat Shin Tae-yong dari posisi pelatih Timnas Indonesia karena beberapa alasan utama.
Salah satunya adalah dinamika internal tim yang dianggap cukup kompleks dan tidak kondusif.
Thohir juga menyebutkan bahwa evaluasi kinerja Shin Tae-yong dalam beberapa pertandingan, termasuk kekalahan melawan Cina pada Oktober 2024, memengaruhi keputusan ini.
Selain itu, Thohir mengungkapkan bahwa komunikasi yang kurang baik antara Shin Tae-yong dan para pemain, serta implementasi program yang kurang efektif, juga menjadi faktor penting dalam keputusan pemecatan.
Thohir berharap pelatih baru dapat lebih menerapkan strategi yang disepakati bersama pemain dan meningkatkan komunikasi serta implementasi program untuk tim nasional.
Meski belum menjelaskan secara detail terkait penggantinya, namun muncul kabar pengganti STY adalah Patrick Kluivert. Sosok ini merupakan jebolan pemain yang malang melintang di klub rakasasa Eropa.
Ia tercatat pernah berkarier di Ajax Amsterdam pada 1994-1997, AC Milan pada 1997-1998, FC Barcelona pada 1998-2004, hingga Newcastle United pada 2004-2005.
Selepas dari Newcastle United, kemudian ia menjalani transfer ke Valencia CF hingga 2006, lalu ke PSV Eindhoven dan berakhir di Lille OSC pada 2007-2008.
Meski memiliki karier yang cemerlang, namun ia memiliki sejumlah kontroversi. Seperti tuduhan pemerkosaan terhadap seorang wanita berusia 20 tahun. Meski kasus ini tak berujung di pengadilan.
Kasus lainnya, pada Mei 1996, dia dihukum karena kecelakaan hingga menyebabkan pengemudi mobil lain meninggal dunia. Dia dijatuhi hukuman untuk melakukan pengabdian masyarakat.
Patrick Kluivert, mantan striker Timnas Belanda memiliki beberapa kontroversi dalam hidupnya. Salah satu yang paling mencolok adalah terkait utang judi sebesar Rp 16 miliar.
Perlu diketahui, sosok Patrick Kluivert mendadak mencuat setelah Erick Tohir memecat Shin Tae Yong pada Senin (6/1).
Meski sosok penggantinya masih disembunykan, namun dari berbagai sumber menyebut Patrick Kluivert akan menggeser kedudukan STY dan menjadi arsitek Timnas Indonesia.
Editor : Imron Arlado