Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sebelum Menceburkan Diri ke Sungai Brantas, Teguh Bertemu dengan sang Mantan Kekasih dan Mengatakan Hal Ini

Imron Arlado • Minggu, 29 Desember 2024 | 22:32 WIB
Sebelum Menceburkan Diri ke Sungai Brantas, Teguh Bertemu dengan sang Mantan Kekasih dan Mengatakan Hal Ini
Sebelum Menceburkan Diri ke Sungai Brantas, Teguh Bertemu dengan sang Mantan Kekasih dan Mengatakan Hal Ini

JPRM- Sangat tragis, pemuda asal Mojokerto berinisial Teguh Hendardi, 24. Pemuda ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis, ia terjun ke sungai Brantas di Rolak Songo  diduga gegara putus cinta.

Sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya, Teguh sempat menemui mantan kekasihnya yang berinisial AW, 23. Waktu itu, Teguh berusaha mengajak balikan, sayangnya ia ditolak oleh AW.

Perempuan berhijab ini menceritakan, pemuda asal Tambakagung, Puri, Mojokerto ini sempat berkunjung ke rumahnya pada Senin (27/12). Sehabis magrib, waktu itu AW sedang beristirahat di kamarnya sepulang dari kerja serta habis makan malam.

Setelah itu, Tgeuh mengetuk pintu kamar AW.  “Saya bilang 'kalau sudah jalan takdir kita seperti ini. Aku di sini, tidak ke mana-mana, kalau kamu butuh aku ada disini. Tapi aku tidak bisa balikan dulu, karena masih sakit untuk balikan'," kata AW saat ditemui wartawan.

Sebelum Teguh meninggalkan tempat, ia meminta permintaan kepada AW untuk berpelukan dan mencium. AW pun menuruti permintaannya, dan ia juga berpesan kepada mantan kekasih agar tetap melanjutkan hidupnya meski tidak lagi bersamanya.

Sehari sebelumnya, Teguh mengirim SMS tentang Rolak Songo yang berada di Mojokerto.

Saat AW ke kamar kecil, Teguh diam-diam menyelipkan handphone di bawah guling milik AW.

Setelah itu Teguh pamit pulang sekitar jam pukul 20.30 WIB. AW pun berpesan kembali agar mantan pacarnya itu segara langsung pulang kerumah.

“Tahunya banyak telepon masuk ke ponsel dia. Aku tidak berani buka karena tidak punya hak. Tahunya (Teguh terjun ke Sungai Brantas) dikabari adiknya sekitar jam setengah 10 malam," jelasnya.

Korban menitipkan kendaraan beserta barang milik pribadinya seperti Kunci, STNK, helm, dan yang lain lain di depan warung Dam Rolak Songo.

AW mengatakan hubungannya dengan Teguh selama 8 tahun telah kandas sekitar satu bulan yang lalu.

Sayangnya ia enggan untuk mengungkapkan kerincian penyebabnya. Menurutnya putus nyambung memang kerap mewarnai hubunganya dengan Teguh.

“Memang saya dengan dia ada problem. Putusnya sekitar satu bulan lalu, dia yang putuskan. Saya mencoba mempertahankan, dia suruh saya dengan pria lain, dan tidak perlu mengharapkan dia lagi," tandasnya.

Baca Juga: 85 Orang Tewas! Pesawat Jeju Air Mendarat Tanpa Roda dan Tabrak Dinding hingga Meledak

Setelah kejadian tersebut, banyak warga yang menyudutkan penyebab dari bunuh dirinya Teguh itu karena AW.

Ia pun menampik isu utang yang mewarnai hubungan percintaan yang sudah berjalan selama delapan tahun.

’’Saya luruskan juga soal utang, saya tidak pernah punya utang atau minta uang ke dia. Selama delapan tahun pacaran, siapa yang ada, gantian. Dia juga tidak pernah hutang ke saya," Kata AW.

Dan terkaitnya masalah restu orang tua, Menurut AW, baik orang tua Teguh sama-sama merestui hubungan mereka berdua, jadi tidak ada terkaitnya penyebab Teguh saat ini.

Gadis asal Mojoanyar ini membantah ibu Teguh tidak merestui hubungan mereka berdua karena ia mengidap penyakit.

“Ibunya baik banget dengan saya, saya dianggap anak sendiri. Jadi, tidak ada masalah restu," tegas AW.

Sementara itu, pencarian Teguh Hendardi, 24, terus dilakukan hingga menginjak hari kelima, kemarin. Tim SAR gabungan memperluas radius pencarian hingga ke kawasan muara Tlocor, Sidoarjo, meski belum membuahkan hasil.

’’Untuk hari kelima, area pencarian diperluas hingga sekitar 50 kilometer dari lokasi kejadian (Dam Rolak Songo) sampai muara Tlocor, Sidoarjo,’’ ujar Koordinator Operasi SAR Rolak Songo dari Basarnas Surabaya, Gani Wiratama.

Operasi pencarian pada hari kelima melibatkan 5 search and rescue unit (SRU) dari sejumlah unsur gabungan. Empat SRU menyusuri aliran Sungai Brantas menggunakan perahu karet.

’’Satu SRU melakukan pemantauan jalur darat. Dari Dam Rolak Songo, Jembatan Kelling, Jembatan Ngrame, Jembatan Tanjangrono sampai Jembatan Porong,’’ jelasnya.

Gani menuturkan, kondisi debit dan arus sungai relatif tinggi. Dari empat pintu air Dam Rolak Songo yang dibuka, aliran air mencapai sekitar 323 meter kubik per detik.

’’Sampai dengan pukul 17.00 pencarian terhadap korban masih nihil. Akan dilanjutkan besok (hari ini),’’ tukas Gani.

Teguh menceburkan diri ke Sungai Brantas di sekitar Dam Rolak Songo pada Senin (23/12) malam.

 

Itu dilakukan setelah korban menitipkan motornya ke salah satu pengunjung warkop di sekitar lokasi. Putus cinta disebut memicu Teguh melakukan aksi nekat ini. MAHESTI

Editor : Imron Arlado
#bunuh diri #putus cinta #dam rolak songo #pencarian korban #tim sar gabungan #basarnas surabaya #teguh hendardi #sungai brantas