JAWA POS RADAR MOJOKERTO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau yang lebih dikenal sebagai BRI adalah bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar.
KUR adalah program pembiayaan yang disubsidi oleh pemerintah dengan suku bunga yang rendah, di mana seluruh dana berasal dari Bank/Lembaga Keuangan Bukan Bank yang menyalurkan KUR. Dana tersebut disalurkan untuk kebutuhan modal kerja dan investasi.
Kabar yang kurang menyenangkan bagi KUR BRI 2025 adalah adanya rencana pengurangan subsidi bunga pemerintah.
Namun, hal ini tetap memberikan keuntungan bagi para pengusaha, terutama pelaku UMKM. Pasalnya, suku bunga KUR BRI tergolong masih terjangkau jika dibandingkan dengan suku bunga bank pada umumnya.
Dalam dokumen nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, anggaran untuk subsidi bunga KUR hanya sebesar Rp 38, 28 triliun. Sedangkan subsidi yang disiapkan pada tahun 2024 mencapai Rp 47, 78 triliun.
Menurut Yulius, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM), anggaran subsidi bunga KUR 2024 terlihat besar karena mencakup alokasi untuk pembayaran carry over subsidi bunga dari tahun-tahun sebelumnya.
Gede Edy Prasetya, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan di Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Teknis Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM, menyatakan bahwa target penyaluran KUR 2025 diperkirakan tidak sama dengan 2024, yaitu Rp 300 triliun.
Jenis dan Syarat KUR BRI
BRI menawarkan berbagai jenis KUR, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI. Penyaluran KUR ditujukan kepada nasabah yang belum pernah menerima pinjaman dari bank sebelumnya.
Ketiga jenis KUR tersebut menetapkan suku bunga yang sama yaitu 6 persen per tahun. Namun, masing-masing KUR memiliki batas plafon pinjaman yang berbeda.
- KUR Mikro: pinjaman hingga maksimal RP 50 juta.
- KUR Kecil: pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta.
- KUR TKI: Pinjaman hingga Rp 25 juta biaya keberangkatan TKI ke luar negeri (Singapura, Hong Kong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia).
Syarat utama pengajuan:
- Usaha telah beroperasi selama minimal 6 bulan
- Melengkapi dokumen seperti KTP, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan surat keterangan usaha
- Mengisi data pribadi serta informasi usaha secara lengkap pada saat pengajuan
Cara Pengajuan KUR BRI
Nasabah dapat mengajukan KUR BRI dengan dua cara, yaitu dengan langsung datang ke bank atau secara online.
Untuk pengajuan langsung ke bank, harap membawa KTP, NIB (Nomor Induk Berusaha), serta surat pernyataan bahwa usaha yang dijalankan telah beroperasi selama kurang lebih 6 bulan.
Jika ingin mengajukan KUR BRI secara online, ikuti langkah-langkah berikut:
- Buka laman kur.bri.co.id
- Pilih "Ajukan Pinjaman".
- Login menggunakan alamat email dan masukkan kata sandi jika sudah memiliki akun.
- Jika Anda tidak memiliki akun di halaman tersebut, pilih "Daftar" Bisa juga dengan mendaftar melalui akun Google.
- Tunggu verifikasi yang dikirim pihak BRI melalui e-mail yang telah didaftarkan.
- Setelah akun sudah jadi, masuk (login) kembali di laman https://kur.bri.co.id/ menggunakan email dan password.
- Klik "Ajukan Pinjaman KUR". Baca dengan teliti halaman syarat dan ketentuan, kemudian klik “Saya adalah nasabah BRI” serta “Setuju dan Ajukan Pinjaman”.
- Klik “I’m not a Robot”
- Isi informasi data diri secara lengkap (nama lengkap, NIK, alamat, nama ibu kandung, dan lainnya).
- Isi data usaha dengan lengkap (jenis usaha, penghasilan, biaya usaha, nomor rekening BRI, dan lainnya).
- Unggah beberapa dokumen seperti KTP, surat keterangan usaha, pas foto, serta foto usaha.
- Klik “Selanjutnya” untuk masuk ke halaman pengajuan pinjaman. Isi data pengajuan (nominal pengajuan dan tenor).
- Klik “Hitung angsuran” untuk melihat jumlah angsuran yang akan dibayar.
- Klik “Ajukan pinjaman”.
Setelah itu, halam akan menampilkan status persetujuan pinjaman. Nasabah wajib menjalani survei langsung dan mengunjungi kantor BRI terdekat untuk melanjutkan proses dan menandatangani dokumen. VILLA
Editor : Imron Arlado