Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menerangkan, search and rescue unit (SRU) dan perahu karet ditambah satu unit menginjak hari kedua pencarian, Rabu (25/12).
Sementara personel gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, FPRB hingga relawan Mojokerto sejumlah 54 orang.
"Hari kedua pencarian kita libatkan tiga SRU. Untuk personel gabungan masih tetap, tidak ada penambahan," ujarnya, Rabu (25/12).
Dia menjelaskan, radius pencarian pemuda asal Dusun Sepande, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, ini turut diperluas hingga sekitar 10 km dari Dam Rolak Songo.
"SRU kita bagi, untuk perahu Basarnas menyisir area Dam Rolak Songo sampai Dam Keling. Dan dua SRU lainnya sampai Jembatan Ngrame, radius 10 kilometer," bebernya.
Tinggi dan derasnya debit air Sungai Brantas menjadi kendala tersendiri bagi Tim SAR gabungan. Pasalnya, seluruh pintu air Dam Rolak Songo tak bisa ditutup total.
"Debit air dari wilayah hulu saat ini sedang tinggi. Kalau semua pintu air (Dam Rolak Songo) ditutup, tentunya akan meluap," papar Khakim.
Hingga Rabu (25/12) sore, petugas belum menemukan tanda keberadaan korban.
Pencarian hari kedua akan dihentikan sementara pada pukul 17.00 dan dilanjutkan Kamis (26/12) pagi. "Sementara ini masih nihil," tandasnya.
Selama operasi SAR, personel BPDB Sidoarjo turut disiagakan di pintu air Tlocor untuk melakukan pemantauan dan pencarian.
Mengantisipasi jasad Teguh terseret hingga ke wilayah muara tersebut.
Sepeti diketahui, Teguh nyemplung ke Sungai Brantas dari tanggul sisi selatan sebelah timur Dam Rolak Songo sekitar pukul 21.15, Senin (23/12).
Korban sempat menitipkan motor Honda Beat warna hitam nopol S 3291 NAW berikut kontak dan STNK ke salah satu pengunjung warkop di sekitar lokasi.
Belakangan diketahui, aksi bunuh diri itu dilakukan setelah korban putus cinta dengan pacarnya. (vad)
Editor : Fendy Hermansyah